Tak Jelas Jumlah Buah Impor Masuk NTB

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB belum memiliki data yang jelas mengenai jumlah buah impor yang masuk ke NTB. Padahal, buah-buah impor ini sudah menjadi hiasan sentra-sentra penjulan buah dan supermarket.

Pengakuan beberapa pedagang buah yang ada di Kota Mataram, buah-buah yang dijualnya, dipasok oleh pengusaha-pengusaha besar yang ada di Cakranegara. Untuk supermarket, biasanya buah didatangkan langsung oleh perusahaan.

Iklan

Beberapa jenis buah yang terindikasi impor itu diantaranya apel, jeruk, kiwi, anggur, pisang, dan beberapa jenis lainnya. Biasanya, Dinas Perdagangan tak menyebutnya sebagai buah impor. Bila pedagang mendapatkannya dari pengusaha yang mendatangkan buah tersebut dari beberapa provinsi di Indonesia (perdagangan antar daerah).

“Itu yang kemarin sudah dilaporkan untuk penanganan buah impor, laporannya belum jelas,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani akhir pekan kemarin.

Keluar masuknya buah impor ini yang akan diperjelasnya nanti. Sampai saat ini kepala dinas mengatakan buah-buah dari luar itu belum bisa dipantau oleh Dinas Ketahanan Pangan. Karena itu, kepala dinas mengatakan perlunya duduk bersama untuk memastikan siapa yang menangani dan memantau buah-buah impor ini.

Dinas Ketahanan Pangan hanya mendapatkan laporan pemantauan dari Pelabuhan Lembar, tetapi masih terbatas pada komoditas pangan. Misalnya beras. Inginnya, data keluar masuk buah impor ini sama halnya dengan data keluar masuknya ternak, dan telur. Untuk memastikan menyesuaikannya dengan tingkat kebutuhan masyarakat.

Lalu sejauh mana keamanan buah impor ini bila dikonsumsi? Dari hasil uji sampling yang sering dilakukan di lapangan, sejauh ini buah-buah yang didatangkan dari luar ini dipastikan aman. Meskipun begitu, Hj. Budi mengatakan pihaknya akan melakukan uji laboratorium lanjutan.

Dinas menyarankan agar seluruh buah yang didatangkan dari luar, sebaiknya menggunakan mesin pendingin agar tetap terjaga keamanan buah. Hj. Budi Septiani menyebut masih belum terkoordinasi dengan baik laporan jumlah keluar masuknya buah-buah impor ini melalui pintu-pintu masuknya.

“Kita juga tidak tau, yang masuk diam-diam. Kita hanya mendapatkan laporan dari tim pemantau di pelabuhan,” demikian Hj. Budi.

Karena itulah, mulai tahun 2018 ini, pengawasan masuknya buah impor akan dilakukan lebih ketat untuk memastikan jumlahnya yang rata-rata masuk ke NTB setiap tahun. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional