Tak Hadir SKB, Pelamar CPNS Pemprov NTB Digugurkan

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Seorang pelamar CPNS Pemprov NTB yang mengambil lokasi tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di luar daerah digugurkan. Pasalnya, pelamar yang mengambil lokasi tes di Surabaya tersebut meskipun mempunyai sertifikat pendidik (Serdik), tetapi tidak hadir saat jadwal pelaksanaan SKB.

‘’Karena ketentuan BKN, peserta harus hadir. Dia tak datang untuk tes SKB. Dia hanya mengandalkan Serdik. Tapi BKN mengatakan peserta harus tetap hadir. Karena tidak hadir, maka dia gugur,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 27 Oktober 2020.

Iklan

Karena peserta tersebut terlalu percaya diri. Pasalnya sudah punya Serdik. Sehingga tidak memperhatikan ketentuan lainnya, yaitu harus tetap hadir pada saat jadwal pelaksanaan tes SKB. ‘’Seharusnya dia datang saja. Maka tidak akan gugur,’’ terang Syamsul.

Sedangkan satu pelamar lagi yang bermasalah di luar daerah, kata Syamsul sudah aman. Karena ternyata, pelamar tersebut hadir pada saat jadwal pelaksanaan tes SKB. ‘’Ternyata dia hadir yang di Jayapura itu tapi panitianya lupa,’’ terangnya.

Jumlah peserta SKB CPNS 2019 di NTB sebanyak 6.983 orang. Di mana, 6.632 peserta melaksanakan tes di NTB dan sisanya 351 peserta melaksanakan SKB di luar daerah.

Peserta SKB CPNS Pemprov NTB sebanyak 942 orang, sebanyak 818 orang tes di dalam daerah dan 124 orang tes di luar daerah. Kemudian Kota Mataram sebanyak 619 orang. Sebanyak 599 orang tes di dalam daerah, 20 orang di luar daerah.

Selanjutnya, Lombok Barat sebanyak 407 peserta SKB. Sebanyak 389 orang tes di dalam daerah, sisanya 18 orang tes di luar daerah. Lombok Tengah sebanyak 1.145 peserta SKB, sebanyak 1.095 orang tes di dalam daerah dan 50 orang di luar daerah.

Sedangkan Lombok Timur, jumlah peserta SKB sebanyak 1.192 orang. Dimana, 1.158 orang tes di dalam daerah dan 34 orang di luar daerah. Lombok Utara sebanyak 479 peserta SKB. Sebanyak 457 orang tes di dalam daerah dan 22 orang di luar daerah.

Sumbawa Barat sebanyak 249 peserta SKB, sebanyak 237 orang tes di dalam daerah dan 12 orang di luar daerah. Sumbawa sebanyak 613 peserta SKB, sebanyak 596 orang tes di dalam daerah dan 17 orang di luar NTB. Kemudian Dompu sebanyak 498 peserta SKB, sebanyak 482 orang tes di dalam daerah dan 16 orang di luar daerah.

Bima sebanyak 438 peserta SKB, sebanyak 420 orang tes di dalam daerah dan 18 orang di luar daerah. Terakhir, Kota Bima sebanyak 401 peserta SKB. Dimana, 381 orang tes di dalam daerah dan 20 orang di luar daerah.

Terkait hasil integrasi nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan SKB untuk menentukan peserta yang lulus menjadi CPNS. Syamsul mengatakan BKN akan mengumumkannya pada 30 Oktober mendatang.

Setelah pengumuman, pelamar yang tidak lulus diberikan waktu selama tiga hari untuk melakukan sanggahan. Setelah masa sanggah berakhir, maka akan dilanjutkan proses selanjutnya, yaitu pemberkasan. ‘’November mulai pemberkasan. Desember sudah terima SK CPNS. Tapi mereka bekerja per Januari 2021,’’ terang Syamsul. (nas)