Tak Gunakan Masker akan Didenda

Ilustrasi penertiban warga yang tak gunakan masker saat keluar rumah. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) Regulasi yang dirancang oleh pemerintah pusat maupun Pemprov NTB terkait pemberian sanksi diapresiasi warga. Langkah ini dinilai sebagai terapi kejut bagi warga yang tidak disiplin menggunakan masker. Mereka akan diberikan denda jika abai menggunakan masker.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suandiasa mengapresiasi langkah dari pemerintah pusat maupun Pemprov NTB, menyiapkan aturan pelanggaran bagi warga yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Sanksi berupa denda tidak mengenakan masker adalah ambang batas setelah dilakukan beberapa tahapan sebelumnya. Apalagi dengan kultur masyarakat masih membandel.

Iklan

Saya kira ini treatment memberi upaya paksa bagi warga yang tidak mengenakan masker, kata Nyoman ditemui, Selasa, 21 Juli 2020.

Sanksi yang diatur diharapkan agar masyarakat tidak menganggap remeh lagi. Karena, dengan hukuman tersebut memaksa warga untuk mentaati aturan. Nyoman yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram menilai, regulasi itu juga tidak serta merta diterapkan.

Pemerintah akan mensosialisasikan dan uji publik serta pendekatan lebih optimal. Ndak langsung diterapkan begitu saja. Masih ada tahapannya, tandasnya.

Regulasi dari pemerintah pusat berupa denda minimal Rp100 ribu Rp150 ribu dinilai cukup dijadikan acuan oleh pemerintah daerah. Jika dalam pasal tersebut harus diperkuat dengan aturan dari pemerintah pusat. Pemkot akan membuat produk hukum sama. Nyoman mencontohkan, penetapan kondisi kedaruratan pemerintah daerah tidak perlu memperbarui.

Penerapanan sanksi denda menimbulkan gejolak di masyarakat apalagi dengan kondisi ekonomi serba sulit. Menurutnya, hal ini menjadi konsekuensi bagi yang melanggar. Persoalan kemanfaatan dan keadilan bisa diperdebatkan. Jika sudah diundangkan harus dilaksanakan, tegasnya.

Penerapan sanksi denda tidak mengenakan masker didukung oleh masyarakat. Faisal, warga Kota Mataram setuju dengan kebijakan tersebut. Langkah itu dinilai sangat tetap untuk mendisiplinkan warga yang masih membandel tidak mengenakan masker. Kalau saya setuju sekali, timpalnya.

Menurutnya, masker adalah salah satu cara menangkal penularan virus Corona. Dia melihat masih banyak warga tidak peduli. Padahal, ibukota Provinsi NTB menjadi daerah dengan tingkat terpapar virus Corona tertinggi. Masyarakat harus dipaksa disiplin dan membangun kesadaran dengan cara cara yang tegas. Resikonya antara dia atau orang lain yang tertular. Ini kan berbahaya, ujarnya. (cem)