Tak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Mayat ASN Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Kapolsek Gerung, AKP Zacky Maghfur menerangkan informasi hasil visum Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, tidak memperlihatkan tanda luka akibat kekerasan pada tubuh jenazah korban I Made Meringgi yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya di BTN Pemda beberapa waktu lalu. Pihak keluarga menerima kepergian korban dan menolak jenazah korban diotopsi.

“Atas penemuan jenazah di BTN Pemda(Perumda) Rabu, 8 Maret 2017 lalu, atas nama I Made Meringgi. Kita sudah kroscek dengan Rumah Sakit Bhayangkara, di sana sudah dilakukan visum luar dan disimpulkan tidak ada luka-luka dari luar,” terangnya, Jumat, 10 Maret 2017.

Iklan

Dikatakan, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Bahkan pihak keluarga telah menerima kematian dari pensiunan PNS Lobar itu.

Terkait dengan adanya kemungkinan korban tewas akibat dugaan pembunuhan, ia mengatakan pihaknya hanya berdasarkan pemeriksaan (keterangan keluarga) dari hasil visum saja.  Jika terdapat asumsi seperti tersebut,menurutnya sekiranya dapat ditanggapi dengan bijak.

“Karena data dari kami ini hanya dari penyelidikan dan hasil-hasil pemeriksaan (visum),”katanya.

Lebih lanjut diterangkan Zacky, menurut penuturan pihak keluarga korban, bahwa I Made Meringgi ini termasuk orang yang tertutup. Kendati demikian anak laki-laki korban, Teguh sering melihat bahwa korban beberapa kali melakukan pemeriksaan kesehatan ke rumah sakit.

“Karena I made Meringgi ini termasuk orang yang tertutup jadi dia tidak menceritakan sakitnya apa, namun anaknya Teguh ini sempat melihat bapaknya(korban) pernah di cek pada bagian dadanya, dan menyatakan kemungkinan sakit jantung yang bersangkutan,” jelasnya.

Sebelumnya I Made Meranggi ditemukan tewas di dalam kediamannya yang ada di Perumda Utara, Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung Rabu, 8 Maret 2017 sekitar pukul 12.00 wita.

Korban yang merupakan pensiunan PNS Lobar ini pertama kali ditemukan tukang bangunan yang bekerja di sebelah kediaman korban, atas permintaan istri korban yang curiga akibat tidak adanya  kabar hampir selama seminggu. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here