Tak Ditemui Pejabat Loteng, Warga Lingkar Bandara Kecewa

Praya (Suara NTB) – Sejumlah perwakilan warga lingkar bandara, Rabu, 8 Maret 2017, mendatangi kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng). Guna membahas persoalan lahan bandara yang dinilai belum selesai. Sayangnya, warga dibuat kecewa dan terpaksa pulang dengan tanpa hasil apapun. Lantaran tidak ada satupun pejabat lingkup Pemkab Loteng yang menerima warga.

“Kita sudah dua jam lebih menunggu tanpa ada kejelasan. Padahal pertemuan kali ini sudah disepakati sebelumnya oleh pemerintah daerah. Tapi mau apalagi, dengan penuh rasa kekecewaan kami putusakan untuk pulang,” ungkap koordinator warga, L. Tajir Syahroni, kepada wartawan di halaman kantor Bupati Loteng.

Iklan

Ia menunturkan, pada pertemuan yang difasilitas oleh DPRD Loteng pekan sebelumnya, disepakati tim I yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, BPN dan PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) akan bertemu dengan perwakilan warga yang tergabung dalam tim II. Untuk mencocokkan data dan dokumen yang dimiliki. Terkait lahan kawasan bandara.

Dimana oleh perwakilan warga, luas lahan bandara yang tercatat sekarang ini tidak sesuai dengan luas riil lahan bandara. Bahwa luas lahan bandara yang riil jauh lebih luas dari luas lahan yang tercatat. Itu artinya, ada kelebihan luas yang belum diselesaikan pembayarannya oleh pihak PT. AP I LIA.

“Dalam pertemuan sebelumnya, warga minta dilakukan pengukuran ulang. Tapi tim I meminta dokumen pendukung baru yang akan dikomparasikan dengan dokumen tim II. Baru akan diambil keputusan,” terangnya. Tapi apa, pemerintah daerah yang mengundang justru tidak hadir.

Nada kekecewan juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Loteng, M. Samsul Qomar. Dikatakanya, ia bersama dengan perwakilan sudah sejak pagi menunggu. Namun sampai menjelang siang, pihak pemerintah daerah justru tidak ada yang hadir. Sehingga patut dicurigai, pemerintah daerah tidak siap untuk bertemu dengan perwakilan warga. Lantaran tidak memiliki dokumen pendukung yang kuat.

“Kalau saja pihak pemerintah memiliki dokumen yang kuat, pastinya sudah sejak pagi hadir,” timpalnya. Terlebih yang mengundang justru dari pihak pemerintah daerah. Dan, itu juga sudah menjadi kesepakatan bersama.

Menanggapi kekecewaan perwakilan warga tersebut, Kabag. Hukum Setda Loteng, H. Mutawalli, S.H., itu hanya persoalan miss komunikasi saja. Dikatakanya, pemerintah daerah bersama pihak BPN maupun dari PT. AP I LIA sebenarnya sudah datang. Tapi karena harus menunggu perwakilan dari DPRD Loteng, maka rencana pertemuan agak molor.

“Kita tidak tahu kalau perwakilan DPRD Loteng sudah hadir. Begitu kita tahu, ternyata warga dan perwakilan DPRD Loteng sudah bubar,” imbuh Mutawalli.

Pihaknya sendiri sudah siap dengan dokumen pendukung. Bahkan, pihaknya sudah membuat kesimpulan terkait persoalan lahan bandara tersebut. Yang rencananya akan disampaikan pada saat pertemuan tersebut. “Seperti apa kelanjutanya, kita tunggu intruksi dari ketua tim,” tandasnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here