Tak Diperhatikan Pemda, Belasan Rumah Warga di Sepanjang Kali Beluk Gerung Terancam Abrasi

Giri Menang (Suara NTB) – Belasan rumah warga yang berada di sepanjang kali Beluk Lingkungan Dodokan dan Perigi Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung terancam abrasi, lantaran pekarangan rumah warga tergerus arus kali tersebut ketika hujan lebat. Akibat abrasi, jarak antara bibir kali dengan pemukiman warga hanya beberapa sentimeter, sehingga menyebabkan warga khawatir ketika menempati rumah mereka.

Salah satunya, rumah Inaq Mahnep di lingkungan Dodokan nyaris terkena abrasi kali. Ditemui di rumahnya, Jumat, 25 November 2016 ibu paruh baya ini mengaku takut dan was-was, karena sewaktu-waktu hujan lebat rumahnya terkena longsor. Bahkan, dua hari hujan berturut-turut yang mengguyur daerah setempat menyebabkan tebing kali dekat rumahnya longsor, sehingga berjarak tinggal beberapa sentimeter dari rumahnya. “Saya takut dan was-was, hujan turun lagi rumah saya yang baru saya tempat karena dibangun dari program rumah kumuh ini terlena longsor,’’ tutur Inaq Mahnep.

Ia mengaku, akibat arus kali yang besar ketika hujan lebat lahan pekarangan rumahnya yang berdekatan dengan bibir pantai mengalami longsor. Untungnya, longsor tak sampai mengenai rumahnya. Namun, ia khawatir jika hujan besar turun lagi air kali bakal naik dan menggerus lahan pekarangan yang tersisa, sehingga longsor pasti akan mengenai rumahnya. Kondisi abrasi Kali Beluk ini sendiri telah lama terjadi. Sebelumnya, abrasi tak separah ini. Akan tetapi akibat penyempitan disebabkan bebatuan di kali menggerus lahan permukiman warga yang ada di sepanjang kali.

Untuk menanggulangi sementara ancaman longsor,  dirinya dibantu masyarakat membuat tanggul secara swadaya menggunakan batang bambu dan kayu seadanya. Namun menurutnya, tanggul ini tak bakal bertahan lama, karena hanya terbuat dari batang bambu. Ia terpaksa menutup bibir kali menggunakan seng agar tidak terkena hempasan air hujan. Ia berharap pemda dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum segera turun membangun talud di sepanjang kali tersebut. Sebab bagaimanapun, belasan rumah di sepanjang kali itu sewaktu-waktu bisa terkena longsor. “Kalau ndak segera ditangani bisa kena longsor rumah warga,” jelasnya.

Ia tak ingin rumahnya terkena longsor, sebab bagaimanapun rumahnya itu dibangun dari bantuan rumah kumuh. Rumah itu, baru saja ditempatinya bersama suami, anak serta menantunya. Ia sendiri bekerja menjadi  pembantu rumah tangga dengan penghasilan tak seberapa. Ia terpaksa bekerja di usianya yang sudah mulai senja, sebab tak ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan. Ditambah lagi suaminya tak punya pekerjaan tetap.

Lurah Gerung Selatan, Nursalim didampingi Kasi Pemberdayaan Winarto ditemui di lokasi menyatakan bahwa selain rumah Inaq Mahnep terdapat belasan rumah warga yang terancam abrasi Kali Beluk. “Terdapat sekitar 12 rumah warga yang paling parah terancam abrasi, sudah kami usulkan perbaikan namun direspons,” kata Nursalim. Disebutkan, dua lingkungan terkena abrasi kali, yakni Lingkungan Dodokan dan Perigi. Panjang Kali Baluk mencapai 1,5 kilometer. Di sepanjang kali ini belum dibangunkan talud semuanya, hanya beberapa meter sudah dibangun akan tetapi itupun sudah rusak.

Di samping di Dodokan, terdapat kondisi abrasi paling parah di lingkungan Perigi persisnya di Loncong dan Otak Gerung. Di lokasi ini terdapat fasilitas umum berupa toilet umum, musala dan rumah warga yang terancam abrasi. Pihaknya sudah mengusulkan ke BWS melalui Dinas PU tahun 2013 lalu untuk membangunkan talud, akan tetapi belum direspon. Pihak Dinas PU kabupaten telah turun ke lokasi akan tetapi tak ada tindaklanjutnya. Panjang kali yang perlu ditalud, sebutnya, 3 kilometer lebih.

Ia berharap agar pentaludan kali ini segera direalisasikan mengingat dampaknya. Sementara itu, Plt Kadis PU, Made Artadana mengatakan, pihaknya bakal turun mengecek ke lokasi. Ia berjanji akan mengupayakan untuk membangun talud kali tersebut. (her)