Tak Dapat Bantuan RTG, Korban Gempa di Lobar Terpaksa Tinggal di Gubuk Reyot

Gubuk reyot yang ditempati korban gempa yang tidak mendapatkan bantuan dana gempa dari pusat.(Suara NTB/ist)

Dua tahun lebih gempa melanda daerah Lombok Barat (Lobar). Bantuan dana gempa untuk pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) pun sudah dikucurkan Rp1,4 triliun kepada 72 ribu jiwa korban gempa. Namun, masih ada korban gempa yang luput dari bantuan pemerintah tersebut. Salah satunya di Dusun Pelolat Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar.

Adalah warga Dusun Pelolat bernama Muksin tidak mendapatkan bantuan gempa. Padahal rumah yang didiami keluarga miskin ini rusak berat akibat gempa dua tahun silam. “Rumah warga ini rusak akibat gempa, tapi dia tidak dapat bantuan gempa. Kondisi keluarga ini memang ndak berada (miskin red),” terangnya, Rabu, 22 September 2020.  Tidak hanya itu, dirinya memiliki ibu dengan kondisi rumah tak layak huni.

Iklan

Akibat tak mendapatkan bantuan gempa, keluarga ini pun terpaksa tinggal di gubuk reyot sebagai rumah sementara. “Ya mereka tinggal di rumah semmentara (gubuk reyot),” aku dia.

Dirinya heran kenapa tidak masuk data penerima. Padahal, pendataan dilakukan dari bawah (kepala dusun). Namun setelah dana bantuan cair, justru namanya tidak keluar. “saya juga heran kenapa tidak ada tindaklanjut, tidak bertanya pas keluar bantuan?” tanyanya.

Prihatin dengan kondisi ini, ia pun berinsiatif mengajak lembaga kemanusiaan dan LSM untuk turun ke gubuk yang ditinggali korban gempa tersebut. Ia berharap pihak terkait bisa membantu pembangunan rumah, seperti yang dilakukan untuk warga yang tak mampu di Sraye. Ia pun sangat berharap agar segera ditindaklanjuti oleh pemda. Apalagi kalau terjadi hujan nanti, mereka tidak tahu dimana akan tinggal. “Mudahan segera ditindaklanjuti,”tegas dia. Selain korban gempa, ada juga beberapa orang tua jompo tinggal di gubuk reyot.

Sekretaris LSM Kasta Lobar, Zulfan menegaskan hasil pantauannya di daerah ini ada korban gempa yang belum dibangun rumahnya. Karena warga ini memang tidak mendapatkan bantuan gempa. “Kami minta untuk segera diatensi supaya warga disana segera dapat bantuan RTLH dan korban gempa juga supaya segera dapat RTG,”tegas dia.

Menanggapi ini, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Lobar Joko Marhaendriyanto mengatakan, tindaklanjut yang bisa dilakukan pihaknya belum bisa memberikan solusi, karena pihaknya sudah menampung semua usulan tahap dua dengan total mencapai 3.606 orang. Dan datanya sudah masuk ke BNPB, sehingga semua data ini pun sudah diketok oleh pusat. “Kalau diusulkan boleh, tapi dana usulan itu sudah diketok. Ini nanti bagaimana kebijakan Pak Kalak nantinya seperti apa solusi bagi warga ini,”ujar dia. (her)