Tak Awasi Penerapan Larangan Bawa HP, Kepsek akan Ditindak

Mataram (suarantb.com) – Bagi sekolah yang tidak konsisten menerapkan larangan membawa HP ke sekolah mulai 1 April nanti, akan ada ancaman yang akan diberlakukan bagi kepala sekolah yang bersangkutan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H M. Suruji, Rabu, 15 Maret 2017.

Iklan

Suruji menyampaikan, setelah surat edaran tentang larangan tersebut telah dikeluarkan, tidak ada lagi yang boleh membawa HP ke sekolah. Jika ada siswa-siswi tidak disiplin, maka mereka akan dibina gurunya.

“Kalau ada guru yang tidak membina siswanya, akan dibina oleh kepala sekolahnya. Kalau kepala sekolah yang tidak membina, akan dibina oleh dinas. Kalau ndak bisa dibina kan ‘dibinasakan’ saja,” seloroh Suruji.

Untuk siswa-siswi yang kedapatan membawa HP setelah tanggal 1 April, Suruji meminta agar pihak sekolah mengambilnya. Untuk bisa diambil kembali, harus wali murid yang mengambil dengan disertai pernyataan wali dan siswa  untuk tidak membawa HP lagi. Jika kedapatan membawa lagi, HP-nya akan disita pihak sekolah.

Menerapkan aturan seperti ini, diakui Suruji harus ada konsistensi dan kedisiplinan. Karena itulah, dinas akan melakukan pengawasan ke sekolah. “Mana sekolah yang tidak disiplin menerapkan aturan ini  kepala sekolahnya akan dibina,” jelasnya.

Selain menyebarkan edaran dari Gubernur, Dinas Dikbud akan melakukan sosialisasi mulai April-Juli 2017 di seluruh kabupaten/kota di NTB. Agar aturan ini benar-benar diterapkan di semua sekolah.

“Kan kita tahu sudah sejak lama ada edaran walikota tentang larangan bawa handphone, tapi persoalannya pada implementasinya yang tidak konsisten,” tambahnya lagi. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here