Tak Ada Tanda Kekerasan di Mayat di Pantai Bangsal

Jenazah Sapri korban meninggal tenggelam di Pantai Bangsal Tanjung Karang, Ampenan diselimuti kain sesaat usai dievakuasi warga setempat, Sabtu, 7 Maret 2020 siang lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Warga Jempong, Sekarbela, Kota Mataram, Sapri (30) ditemukan meninggal mengambang di Pantai Bangsal Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram. Pria ini diduga mengalami keterbelakangan mental. Mayatnya dievakuasi dari pantai pada Sabtu, 7 Maret 2020 siang.

“Ditemukan di pantai dalam kondisi sudah mengapung,” kata Kapolsek Ampenan AKP M Nasrullah, Sabtu lalu usai mengecek lokasi disemayamkan jenazah.

Iklan

Sapri ditemukan pada Sabtu siang pukul 13.00 Wita. Anak umur delapan tahun melihat pertama kali jenazah Sapri saat sedang bermain layang-layang di tepi Pantai Bangsal. Anak tersebut lalu memanggil ayahnya, Ridwan (40) warga Lingkungan Bangsal Tanjung Karang.

“Korban dievakuasi ke berugak di pinggir pantai. Sudah dalam kondisi meninggal dunia,” kata Nasrul.

Korban selanjutnya dibawa RS Bhayangkara untuk visum luar. Sebab keluarga korban menolak otopsi. Korban sudah dibawa pulang untuk dimakamkan. Pemeriksaan RS Bhayangkara mengungkap bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada bekas luka di kepala, diduga akibat benturan karang laut.

Dari keterangan saudara korban, Saefullah, korban keluar rumah seperti biasanya pada hari itu. “Dari keterangan saksi-saksi, korban kurang sehat dari sisi kejiwaannya. Sudah satu tahun ini menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa,” sebut Kapolsek. (why)