Tak Ada Moratorium, Rencana Pembangunan Tiga Hotel Besar di Mataram Tetap Berlanjut

Mataram (suarantb.com) – Rencana pembangunan tiga hotel besar di Kota Mataram  tahun 2017, nampaknya akan segera terealisasi.

“Izin lokasi pembangunan hotel itu sudah sesuai dengan tata ruang, jadi diperbolehkan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Drs. Cokorda Sudira Muliarsa, MM kepada suarantb.com Selasa, 21 Februari 2017.

Iklan

Saat ini, persyaratan yang belum dilengkapi oleh investor adalah  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang  menurutnya tengah digarap. Terkait IMB yang bisa didapat sebelum Amdal, Cokorda menegaskan  jika investor tersebut mengajukan permohonan Amdal pada tahapan kedua dan ketiga, maka mereka akan nendapat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH).

Rekomendasi inilah yang nantinya menjadi acuan untuk mendapatkan IMB, meskipun Amdal belum diterbitkan.

Saat ini terdapat 61 hotel besar yang tercatat di NTB. Sebanyak 16 unit dibangun di tahun 2014, 25 unit tahun 2015, dan 10 unit tahun 2016.

Ditanya terkait adanya moratorium pembangunan hotel, Cokorda menepis anggapan tersebut. Menurutnya, pembangunan hotel dinilai manjadi solusi dalam menyeimbangkan sektor perdagangan barang dan jasa.

Terlebih dalam beberapa event nasional dan internasional, ketersediaan hotel di Kota Mataram sering mengalami keterbatasan.

“Kita kan mau mengejar tingkatan internasional, kalau ndak di lanjutkan pembangunannya  ya gimana mau bersaing,” ujarnya.

Sesuai rencana, lokasi dari ketiga hotel yang akan dibangun ini berada di kawasan Rembiga, Sayang-Sayang dan di Jalan Sriwijaya. Swiss Bell inn menjadi salah satu hotel yang akan dibangun. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here