Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Lotim

H. M. Juaini Taofik

Selong (Suara NTB) – Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) 2021 dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI terlihat bahwa Lotim dari 239 Desa terdapat 19 Desa Mandiri, 129 Desa Maju dan 91 desa Berkembang dan tidak ada lagi desa tertinggal.

Hal ini dikemukakan Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M Juaini Taofik kepada Suara NTB, Kamis, 26 Agustus 2021. Sekda mencoba membandingkan jumlah desa mandiri se NTB sebanyak 52 Desa, maka porsi Lotim terbanyak.  Artinya, sebesar 38 persen desa mandiri se NTB disumbangkan oleh desa dari Lotim.

Iklan

Juaini Taofik melihat progresivitas desa-desa se Lotim yang merubah statusnya. Pada tahun 2019, jumlah desa mandiri di Lotim hanya 1 desa, tahun 2020 bertambah menjadi 7 desa dan tahun 2021 menjadi 19 desa. Dibandingkan dengan Kabupaten lain seperti Loteng, pada tahun 2020 memiliki desa mandiri 10 dan tahun 2021 menjadi 15 desa mandiri.

IDM ini kata Sekda sebagai alat ukur untuk menetapkan kriteria tingkat perkembangan desa. Menurutnya, hal ini menjadi parameter objektif dalam pembangunan di tingkat desa.

Desa-desa tidak perlu khawatirkan semakin membaiknya status desa menjadi mandiri. Pasalnya, terbukti juga pemerintah pusat memberikan apresiasi bagi desa-desa Mandiri dalam perhitungan  besaran transfer Dana Desa (DD). Terbukti juga pemerintah pusat memberikan apresiasi bagi desa-desa mandiri ini. “Kami akan usulkan ke Pak Bupati kiranya pada tahun 2022 PemKab Lotim mempertimbangkan reward bagi desa mandiri,” urai Sekda.

Data Kemendes PDTT ini sangat objektif dan menjadikan basis perencanaan yang berkualitas. Desa-desa sekarang ini sudah menyadari bahwa, memberikan data yang sebenarnya jauh lebih penting daripada sekedar mendapat dana tambahan. Perencanaan yang berkualitas di desa secara bertahap akan menuju Desa Mandiri. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional