Tak Ada Kejelasan Investor Korsel Soal Rencana Pengolahan Sampah

Mataram (Suara NTB) – Setelah melakukan ekspose soal rencana investasi dalam bidang pengolahan sampah, hingga kini Pemkot Mataram belum tahu kejelasan rencana investasi dari perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) tersebut. Pemkot Mataram diakui Wakil Walikota, H. Mohan Roliskana belum menerima kabar apapun dari investor tersebut.

“Belum tahu saya dari Korsel itu follow-up (kelanjutan)-nya seperti apa, kita enggak tahu,” ujarnya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Iklan

Usai ekspose akhir Januari lalu, Mohan mengatakan sebelum memutuskan menandatangani sebuah perjanjian kerjasama, pihaknya melakukan kajian terlebih dulu terhadap rencana investasi tersebut. Pihaknya tidak ingin menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebelum kajian dilakukan. Hal ini dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi janji palsu dari investor. Pemkot Mataram, sebutnya telah memiliki beberapa pengalaman pahit dengan investor yang gagal merealisasikan rencana investasinya di Kota Mataram.

“Yang kita inginkan jangan ada MoU apa-apa dululah, harus dikaji mendalam. Saya pikir kita sudah cukup punya pengalaman dengan urusan-urusan investasi ini. Jangan sembrono lagi. Ini menyangkut kewibawaan pemerintah,” tegasnya.

Jika telah sampai pada tahapan penandatanganan MoU, maka rencana investasi tersebut harus konkret. “Kalau masih berwacana-wacana, kita tidak mau terjebak dengan performance kemudian dengan konsep-konsep (prestisius) yang ditawarkan,” jelasnya. Namun jika kemudian investor dari negeri ginseng tersebut kembali mendatangi Pemkot Mataram, Mohan mengatakan pihaknya akan menyambut dengan tangan terbuka. “Kalau dia datang kita sambut dengan tangan terbuka, kita siap,” ujarnya.

Pengusaha dari HANVIT Power Corporation Korea akan berinvestasi dalam bidang pengelolaan sampah yang akan dijadikan energi listrik. Saat mengekspose rencana investasinya di hadapan Wakil Walikota Mataram dan pimpinan SKPD terkait, investor ini memaparkan proyek “MSW Power Plant 600 TPD” dengan menggunakan nama perusahaan HANKI Industrial Co, Ltd. Proyek tersebut direncanakan dapat mulai beroperasi enam bulan mendatang sejak ekspose dilakukan. HANVIT Power Corporation selaku perusahaan induk telah berdiri sejak 1999 dengan menjalankan pengolahan limbah termasuk limbah nuklir. Kemudian perusahaan yang kini telah memiliki jaringan cukup luas itu mengembangkan proyek di bidang lain, salah satunya adalah industri daya, yang saat ini sangat diperlukan secara global untuk mendaur ulang sampah sebagai sumber tenaga listrik terbarukan. (ynt)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here