Tak Ada Kapal Pesiar, Gili Mas Bisa Jadi Pelabuhan Barang

Pelabuhan Gili Mas (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemanfaatan dermaga Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat untuk melayani rute Long Distance Ferry (LDF) menuju Pelabuhan Tanjung Wangi (Banyuwangi) telah sesuai aturan. Dengan adanya rute tersebut, dipastikan tidak akan mengganggu operasional Gili Mas sebagai pelabuhan khusus kapal pesiar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si menerangkan, pemanfaatan pelabuhan yang di kelola PT. Pelindo III tersebut telah sesuai dengan perencanaan yang disusun langsung pemerintah pusat.

Iklan

‘’Memang itu untuk kapal pesiar, tapi kapal pesiar ini hanya datang dalam waktu tertentu saja. Sekarang itu semua kapal tanpa menunggu sudah bisa sandar di (dermaga) mana pun,’’ ujar Bayu, Jumat, 4 September 2020.

Menurutnya, dengan dimanfaatkannya Pelabuhan Gili Mas sebagai pelabuhan barang justru dapat memberikan beberapa keuntungan. Antara lain mengurai potensi kemacetan di pelabuhan, serta penghematan biaya dan tenaga bagi pengemudi.

‘’Ini kan kewenangan pusat. Apa yang perlu dikaji dan rutenya sudah diputuskan oleh pusat,’’ jelasnya. Di sisi lain, pihaknya mencatat jadwal sandar kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas sampai saat ini masih sesuai jadwal. ‘’Sampai saat ini masih pada jadwal, belum ada pembatalan,’’ sambungnya.

Sebelumnya, pemanfaatan  Pelabuhan Gili Mas sebagai pelabuhan barang menjadi perhatian dan pertanyaan dari masyarakat dan kalangan DPRD Kabupaten Lombok Barat. Pasalnya, sejak awal keberadaan pelabuhan tersebut diperuntukkan sebagai pelabuhan pariwisata yang melayani kapal pesiar.

Terpisah, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid S.Ag, M.Si, menerangkan pemanfaatan Pelabuhan Gili Mas telah disesuaikan dengan perencanaan yang dibuat. “Saya minta supaya siapapun yang berkomentar lihat perencanaan dari Pelindo. Memang termasuk barang, dan nanti ada tempatnya,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahap awal pembangunan pelabuhan tersebut pihaknya telah melakukan studi banding ke pelabuhan barang di Surabaya. Di mana arus keluar masuk barang akan diproses dengan rapi dan jelas.

“Jangan kita bayangkan terminal barang itu memamg seperti di pelabuhan yang sekarang. Mungkin di bayangan teman-teman seperti Lembar yang sekarang,” jelasnya. (bay)