Tak Ada Jaminan Keamanan, Investor Takut Berinvestasi di Bima

Bima (Suara NTB) – Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Kabupaten Bima menilai upaya promosi investasi banyak mengalami kendala. Salah satunya belum adanya satu persepsi antara instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk memberikan jaminan keamanan investasi, sehingga investor takut berinvestasi di Bima.

Kasi Promosi Kerjasama dan Investasi KPMD Kabupaten Bima,  Syafruddin, SH, Selasa, 29 November 2016 mengatakan, selama ini pihaknya intens mempromosikan potensi investasi yang bisa digarap. Hanya saja realisasinya sangat minim.

Iklan

“Investor enggan menanamkan modalnya di Bima, karena tidak ada jaminan keamanan,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 29 November 2016.

Kata dia, pada saat melakukan promosi investasi, para investor kerap mengacu kasus kebakaran kantor Bupati tahun 2013 lalu. Karena awal mula kejadian itu, dipicu persoalan investasi pertambangan. Warga menolak investor yang akan menggarap emas di Lambu.

“Meski banyak terobosan yang kita lakukan, namun kejadian ini masih membayangi dalam pandangan investor yang ingin menanamkan modalnya di Bima. Belum lagi ada Demo dan konflik antarkampung,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya kendala lain yang dihadapi dan terjadi di lapangan, yakni tingginya ego sektoral. SKPD terkait sulit diajak berkoordinasi. Karena menilai KPMD, sebagai instansi eselon tiga, sementara yang diajak kerjasama dengan eselon dua.

“Ego sektoral di Bima masih kental. Ketika ada pertemuan lintas SKPD yang datang justru staf. Sehingga kesepakatan tidak ditindaklanjuti, karena kebijakan akan kembali pada kepala SKPD masing-masing,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya akan menargetkan tahun 2017 mendatang, untuk melakukan terobosan baru untuk meyakinkan para investor. Baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

“Tahun 2017 kita akan menggandeng aparat penegak hukum, termasuk Badan Pertanahan Nasioanal (BPN), karena masalah yang paling krusial menyangkut lahan,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dan mengajak SKPD untuk saling bekerjasama, tidak mengedepankan ego sektoral. Untuk ikut mensosialisasikan dan mepromosikan potensi dan dampak investasi bagi masyarakat.

“Kami juga mengajak pemerintah desa dan kecamatan ikut menyatukan persepsi,” harapnya.

Dia menambahkan, sektor perikanan, budidaya dan pengembangan mutiara sangat diminati oleh Investor. Sebagian daerah pesisir mulai digarap, seperti di Kecamatan Sape, Langgudu, Wera, Sanggar.

“Bahkan investor berminat menanamkan saham kegiatan serupa di dekat pulau Kelapa Kecamatan Lambu,” ujarnya.

Selain perikanan, sektor pertambangan, pertanian, pertenakan dan perkebunan merupakan potensi yang diminati oleh investor untuk menggarapnya. Dan sepanjang tahun 2016 ini yang dilirik sektor pariwisata dan kebudayaan. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here