Tak Ada Anggaran Penanganan Ruas Jalan Penghubung Lobar-Loteng

Ruas jalan lingkar selatan Lobar menuju Loteng ini longsor beberapa bulan lalu dan hingga kini masih rusak.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) provinsi NTB mengatensi persoalan ruas jalan lingkar selatan Pulau Lombok yang menghubungkan kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan kabupaten Lombok Tengah (Loteng) di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong. Hanya saja, usulan melalui dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp70 miliar untuk penanganan ruas jalan ini tidak turun dari pusat.

“Kita pasti atensi, hanya saja usulan kita melalui DAK sekitar Rp70 miliar tidak turun dari pusat,” terang Kepala Dinas PUPR NTB, H. Ridwan Syah yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa, 25 Januari 2022. Ridwan Syah mengatakan untuk penanganan jalan itu, kemungkinan celah yang bisa dilakukan pihaknya akan melakukan beberapa langkah. Pihaknya mencari cara lain termasuk bicara dengan Pelindo untuk penanganan jalan tersebut.

Iklan

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana mengatakan untuk penanganan jalan perbatasan antara Lobar dengan Loteng di Buwun Mas Sekotong, sudah diusulkan ke pusat melalui APBN. Itu paralel dengan masterplan beberapa titik masuk ke tahap detail. “Usulan ke pusat sudah,” ujarnya. Dikatakan dari sisi konsep sudah positif, karena dari sisi konsep pengembangan beberapa kali diminta argumentasi teknis.

Dari sisi argumentasi teknis kebijakan strategis diterima oleh pusat. Karena jalan itu kata dia, posisinya sangat strategis untuk menunjang konektivitas KEK Mandalika. Tinggal kata dia pendanaan. Persoalan status jalan, menjadi kewenangan provinsi. Menurut dia, siapapun yang menangani nantinya uang penting bagiamana akses itu terbangun menuju KEK Mandalika. “Apakah nanti ditangani langsung daro pusat APBN, balai jalan, provinsi atau dari kita,” ujarnya. (her)

Advertisement