Tahun Politik dan Penuntasan RPJMD, Ini Penekanan TGB

Mataram (suarantb.com) – Momentum peringatan HUT NTB ke-59 tahun ini memiliki makna tersendiri bagi Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi. Dimana tahun ini akan menjadi tahun terakhir masa kepemimpinannya di Nusa Tenggara Barat.

“Momentum HUT NTB ke-59 ini memiliki makna khusus bagi saya, ini tahun terakhir saya memimpin daerah ini. Kehormatan besar bagi saya untuk memimpin daerah yang hebat ini,” ujar TGB dalam sambutannya pada Upacara Peringatan HUT NTB ke-59 di Lapangan Udara Eks Bandara Selaparang, Minggu, 17 Desember 2017.

Iklan

Selama mengemban amanah kepemimpinan di Nusa Tenggara Barat dua periode, TGB menyatakan pembangunan sudah berada pada jalur yang benar dan menumbuhkan optimisme. Namun, menurutnya masih ada persoalan yang harus menjadi atensi. Salah satunya penuntasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

“Tahun 2018 akan jadi tahun penuntasan RPJMD dan tahun politik. Menyongsong momntum yang sangat startegis itu mari kita fokus pada penuntasan indikator pembangunan di RPJMD agar bisa tercapai dengan sebaik-baiknya,” kata TGB.

Sementara itu, menjelang tahun pemilu tersebut mengimbau agar menerapkan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat. Sehingga tak menimbulkan gejolak di masyarakat, juga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, TGB tak lupa mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam keberhasilan pembangunan di NTB di bawah kepemimpinannya. Dalam kurun waktu sembilan tahun, pertumbuhan ekonomi mencapai 9,9 persen jauh di atas nasional.

“Selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2014 sampai dengan 2016 pertumbuhan ekonomi NTB juga mampu konsisten berada di atas rata-rata nasional. Angka pengangguran terbuka di NTB saat ini sebesar 3,32 persen. Jauh lebih sedikit dibanding tingkat pengangguran nasional sebesar 5,5 persen,” ujarnya.

TGB juga memaparkan pembangunan ekonomi NTB telah berdampak pada penurunan angka kemiskinan secara progresif, dari 23,81 persen pada tahun 2008 menjadi 16,02 persen pada tahun 2016. Tidak itu saja, indeks ketimpangan di NTB sebesar 0,36 juga lebih baik dari angka ketimpangan nasional sebesar 0,39.

“Daerah kita juga sudah mencatat banyak prestasi di kancah nasional dan internasional, yang dilengkapi dengan gelar pahlawan nasional untuk Magfurullah Maulana Syekh Tuan Guru Kyai Haji Zainuddin Abdul Madjid,” imbuhnya.

Sebagai bentuk pengharagaan terhadap semua pihak yang turut berperan membangun NTB, TGB memberikan anugerah penghargaan Putra NTB Utama terhadap 12 tokoh. Diantaranya, diberikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode-periode sebelumnya dan beberapa tokoh yang telah mengharumkan nama NTB di kancah nasional maupun internasional. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here