Tahun Politik, ASN Diingatkan Tidak Ikut-ikutan

Selong (Suara NTB) – Tahun 2017-2018 ini disebut sebagai tahun politik bagi Kabupaten Lombok Timur. Tepatnya bulan Juni 2018 mendatang, perhelatan politik kembali digelar secara serentak. Pemilihan Gubernur NTB dan wakilnya, pemilihan bupati dan Wakil Bupati Lotim dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima.

Menyambut tahun politik itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) utamanya di lingkup Pemkab Lotim diingatkan untuk tidak ikut-ikutan memainkan peranan politik praktis. “Menjelang 2018 kita pilkada serentak ini, ASN harus tetap netral,” ungkap Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, H. Khaeril Anwar Mahdi.

Iklan

Menjawab Suara NTB, Selasa, 21 Maret 2017, mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Lotim ini mengatakan, jangan sampai ada ASN yang terlibat dalam politik praktis. Sebagai abdi masyarakat, ASN harus mengedepankan pelayanan terhadap semua elemen masyarakat. “Semua golongan, jangan sampai membeda-bedakan,” ucapnya.

Pelayanan tidak boleh memandang unsur adanya perbedaan pilihan politik. Pelayanan harus tetap yang terbaik. Semua aparatur negara di republik ini, harus fokus menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Termasuk, bekerja sesuai regulasi yang ada.

Sesuai aturan yang berlaku, PNS atau sebutan ASN saat ini harus mengedepankan menjalankan tugas-tugas pelayanan yang baik. Jika terbukti nantinya ada yang melakukan politik praktis, maka sanksi sudah siap menanti. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here