Tahun Ini, Transisi Penggunaan Instrumen Baru Akreditasi

Suasana rakorda pertama BAN S/M Provinsi NTB yang dilaksanakan secara daring, pada Rabu, 5 Agustus 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) NTB menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pertama tahun 2020 yang dilaksanakan secara daring, pada Rabu, 5 Agustus 2020 dan kamis, 6 Agustus 2020. Di kesempatan itu disampaikan bahwa di tahun 2020 ini menjadi tahun transisi penggunaan instrumen baru akreditasi.

Ketua BAN-S/M Provinsi NTB, Drs. H. Suyanto, M.Ed., menjelaskan, terjadinya Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kegiatan, sehingga memerlukan revisi anggaran. Termasuk kegiatan-kegiatan tatap-muka harus dilakukan melalui daring, seperti rakorda ini. Kebijakan BAN-S/M mulai tahun 2020, penilaian akreditasi menggunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020. “Untuk tahun ini, 2020 adalah tahun transisi dengan menggunakan instrumen baru IASP 2020,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, hingga saat ini masih dalam tahap uji coba dan di tahun ini pula akan dilakukan piloting atau pelaksanaan tahap awal yang masih terbatas jumlah sekolah/madrasah sasarannya. Sekolah/madrasah yang menjadi sasaran penilaian akreditasi hanya berjumlah 5000 untuk seluruh Indonesia, dan NTB mendapatkan kuota sebanyak 130 sekolah/madrasah.  Sebelumnya instrumen baru akan diujicobakan, untuk NTB ada 16 sekolah/madrasah.  “Semoga semuanya dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.

Rakorda itu diikuti pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Kanwil Kemenag NTB, Dinas Pendidikan kabupaten/kota, sekretaris beserta anggota BAN S/M Provinsi NTB, Koordinator Pelaksana Akreditasi (KPA) kabupaten/kota se-NTB, dan sejumlah undangan lainnya. Kegiatan itu menggunakan aplikasi zoom meeting.

Suyanto menjelaskan, rakorda ini merupakan agenda yang cukup strategis bagi BAN-S/M. Terutama dalam menyamakan persepsi, pemahaman, dan langkah terhadap tugas, fungsi, dan tanggung jawab BAN-S/M, BAN-S/M Provinsi, dan UPA/KPA-S/M yang melaksanakan program kerja tahun 2020.

“Melalui rakorda ini, diharapkan dapat terbangun komunikasi, sinergi, dan kerja sama yang baik antara BAN-S/M dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag sehingga upaya penjaminan mutu pendidikan khususnya di Provinsi NTB dapat terlaksana dengan efektif, efisien, dan transparan,” harapnya.

Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada semua pihak berkat kerja sama yang baik tahun lalu, sehingga capaian BAN-S/M NTB adalah 110,2 persen. Dari kuota 1650 sekolah yang diakreditasi, bisa diselesaikan sebanyak 1818 sekolah/madrasah.

Suyanto juga berharap, kepada Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama menginstruksikan kepada semua sekolah/madrasah dan mewajibkan untuk selalu memutakhirkan data sekolah/madrasah setiap tahun. “Berdasarkan temuan kami, terdapat sejumlah sekolah/madrasah yang tidak memutakhirkan data melalui Dapodik/Emis bahkan sejak tahun 2013,” ujarnya.

Pada kesempatan itu disampaikan juga materi oleh Kepala LPMP NTB, Mohamad Mustari, Ph.D., dengan topik Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) melalui Sekolah Binaan. Sementara Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan Arah Pendidikan di NTB. Sementara, Ketua BAN-S/M Provinsi NTB, Drs. H. Suyanto, M.Ed., menyampaikan materi terkait sistem akreditasi baru. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here