Tahun Ini, Lapas Selong Targetkan WBK

Media Gathering Teleconference yang digelar Lapas Kelas II B Selong, Kamis, 27 Februari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kenaikan kelas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Selong menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menjadi pendorong bagi pihak lapas dalam berbuat. Lapas yang baru naik kelas ini berkomitmen dan menargetkan untuk mewujudkan dan meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) atau lapas berintegritas.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 27 Februari 2020, Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Herdianto, mengatakan bahwa untuk mencapai target WBK itu, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan selain kekompakan di internal Lapas, pihaknya juga berharap kerjasama dan dukungan dari masyarakat.

Iklan

Diakuinya, kenaikan Rutan Selong menjadi Lapas menjadi angin segar. Hanya saja persoalan yang dihadapi yaitu tidak diiringi dengan sarana prasarana, fasilitas untuk pembinaan, serta jumlah anggota yang masih sangat kurang. Karene dengan berstatus Lapas, maka diharapkan adanya kemandirian dari warga binaan.

Bahkan harus dilakukan penambahan blok. Saat ini jumlah blok di Lapas Kelas IIB Selong hanya tiga, sementara idealnya delapan blok dengan jumlah narapidana dan tahanan sebanyak 336 orang atau melebihi kapasitas yang idealnya sekitar 130 orang. “Memang kita over kapasitas cukup lama. Sehingga perlu dilakukan penambahan ruangan atau blok,”katanya.

Adapun data warga binaan di Lapas Kelas IIB selong, berdasarkan jenis kejahatannya, untuk hak cipta 1 orang, kehutanan 4 orang, korupsi 8 orang, lain-lain 6 orang. Untuk kasus pemerasan 2 orang, pelanggaran lalu lintas 5 orang, pembunuhan 2 orang, penadahan 19 orang, penculikan 1 orang. Selanjutnya untuk kasus penganiayaan 4 orang, penggelapan 8 orang, penipuan 9 orang, perampokan 26 orang.

Sedangkan untuk kasus perlindungan anak 54 orang, pencurian 56 orang dan pengerusakan dua orang, serta yang paling mendominasi yaitu kasus narkoba sebanyak. 129 orang. “Jadi total keseluruhan WBK kita di Lapas Selong sebanyak 336 orang,” ujar Herdianto.

Pada bagian lain, Lapas Kelas IIB Selong melaksanakan kegiatan media gathering, yang dilakukan terpusat di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, secara serentak melalui teleconference. Kegiatan ini, tambahnya, dilakukan karena dalam rangka mewujudkan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, dipandang perlu  adanya peningkatan sinergi dan kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan dengan awak  media dan stakeholder lainnya.

Kegiatan  teleconference yang bertema “Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020” ini dihadiri oleh para pejabat dan staf Lapas Selong, sejumlah wartawan televisi, serta media online dan media cetak di Kabupaten Lombok Timur.  (yon)