Tahun 2022, NTB Lakukan Pra FS Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api di Pulau Sumbawa

Ilustrasi. (SuaraNTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan melakukan pra feasibility study (Pra FS) atau kajian studi kelayakan awal terkait dengan rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa pada 2022 mendatang. Semula, pra FS akan dilaksanakan tahun ini, namun akibat rasionalisasi anggaran, sehingga akan dilaksanakan 2022 mendatang.

“Berkaitan dengan kajian pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa itu memang sedang berproses. Rencananya untuk kajian lengkapnya nanti di 2022. Karena sempat kemarin tertunda akibat rasionalisasi anggaran,” kata Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda NTB, Lalu Suryadi S, S.P., M.M., dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 7 September 2021.

Iklan

Dijelaskan, Pemprov akan melakukan kajian awal atau pra FS terlebih dahulu pada 2022. Kajian pra FS ini untuk melihat kelayakan dari sisi ekonomi, keamanan dan efisiensi angkutan.

“Kemudian peluang-peluang yang memungkinkan berkaitan dengan penunjang pembangunan rel kereta api ini. Kalau kaitan secara teknis, nanti setelah pra FS dilanjutkan dengan FS,” terangnya.

Suryadi mengatakan pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa jika dilihat secara kasar memang sangat visibel. Menurutnya, pembangunan jalur kereta api tersebut untuk melihat perkembangan di Pulau Sumbawa beberapa tahun ke depan.

“Kita tidak bisa melihat sesuatu itu pada saat ini saja. Kita harus lebih visioner melihat kemungkinan ke depan. Dan kemungkinan ke depan yang paling realistis karena jarak tempuh Sumbawa Barat – Bima cukup panjang. Maka Pulau Sumbawa itu memang harus ada jalur kereta api,” katanya.

Sebagaimana juga dilakukan Pemerintah Pusat di Pulau Sulawesi, saat ini sedang dalam proses pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi.

Disinggung mengenai rencana pembangunan jalur kereta api tersebut, Suryadi mengatakan akan tetap di jalur tengah Pulau Sumbawa. Namun, tidak mengikuti jalur jalan nasional yang ada sekarang.

“Karena kalau mengikuti jalur jalan, risikonya banyak persimpangan-persimpangan. Sehingga kurang aman dari sisi keamanan,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB mewacanakan akan membangun jalur transportasi kereta api di Pulau Sumbawa. Untuk Pulau Sumbawa, transportasi kereta api sangat dibutuhkan melihat jarak tempuh yang cukup panjang.

Jika dihitung mulai dari ujung barat pulau Sumbawa di Poto Tano sampai dengan ujung timur di Sape, jaraknya mencapai 560 km. Wacana pembangunan jalur transportasi kereta api di Sumbawa tersebut juga didukung dengan rencana nasional terkait dengan pembangunan jalur transportasi perkeretaapian untuk mengefisienkan transportasi nasional yang juga bermuara pada pertumbuhan ekonomi. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional