Tahun 2022, Anggaran untuk NTB Berpotensi Dipotong Rp700 Miliar

H.L.Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

TAHUN 2022, anggaran transfer untuk Pemprov NTB berpotensi dipotong sebesar Rp700 miliar. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan akibat Covid-19.

“Ada warning bagi TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), pemotongan Rp700 miliar untuk 2022. Tambahkan 5 – 10 persen DID (Dana Insentif Daerah) untuk alokasi tahun 2022. Ini wujud dari pemerintah mengantisipasi kedaruratan,” kata Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., saat membuka Musyawarah Provinsi III Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB, Kamis, 7 Oktober 2021.

Iklan

Ketua TAPD NTB ini mengatakan saat ini sedang disiapkan dokumen perencanaan RAPBD Murni 2022 sambil terus memonitor dana transfer dari Pemerintah Pusat. Ia mengatakan sudah ada sinyal terkait dengan pemotongan dana transfer sebesar Rp700 miliar dari Pemerintah Pusat untuk tahun 2022.

Meskipun ada potensi pemotongan dana transfer, Sekda mengatakan sumber penerimaan dari pendapatan asli daerah (PAD) diupayakan terjadi peningkatan tahun depan. Apalagi dengan semakin melandainya kasus Covid-19 dan mulai menggeliatnya sektor ekonomi.

“Dengan kasus Covid yang melandai, arus kunjungan baik. Mudah-mudahan suasana ekonomi mulai menunjukkan geliatnya. Dan mudah-mudahan tak ada ekses, ada gelombang-gelombang baru lagi,” harapnya.

Sekda menambahkan, perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika telah teken kontrak selama 10 tahun. Perhelatan event internasional tersebut harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar ekonomi NTB reborn.

“Mari kita manfaatkan sebaik-baiknya event-event internasional itu untuk reborn-nya kembali perekonomian kita khususnya sektor kepariwisataan. Saya melihat, andai kita sukses kendalikan Covid ini. Reborn itu nyata di depan kita,” ujarnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional