Tahun 2020, Loteng Diprediksi Kekurangan 2.500 Guru SD

Ilustrasi Guru (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Jumlah guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Lombok Tengah (Loteng), khususnya guru SD, setiap tahun terus berkurang. Menyusul banyaknya guru SD yang memasuki masa purna bakti. Di satu sisi, penerimaan guru PNS baru hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

Jika kondisi ini terus berlangsung, diprediksikan pada tahun 2020 mendatang Loteng bakal mengalami kekurangan guru SD sebanyak 2.500 orang.

Iklan

“Tahun lalu kita sudah kehilangan 102 orang guru SD karena pensiun. Tahun ini, jumlah guru SD yang pensiun lebih banyak lagi mencapai 140 orang,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H. Sumum, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Jumat, 25 Agustus 2017.

Pihaknya sudah melakukan tabulasi data terkait jumlah guru SD yang akan pensiun sampai tahun 2020 mendatang dan, jumlah guru SD yang akan pensiun mencapai 2.499 orang lebih. “Ini yang pensiun normal. Belum kita hitung yang meninggal,” jelasnya.

Dengan kata lain, kalau kemudian penerimaan guru PNS baru tidak kunjung dibuka, maka kekurangan guru SD di Loteng bakal semakin parah, sehingga pihaknya berharap pemerintah pusat bisa segera membuka kran penerimaan guru PNS untuk menutupi kekurangan guru yang terjadi tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini tercatat ada 596 SD di Loteng dengan kebutuhan guru minimal sebanyak 4.887 orang. Sementara guru aktif yang ada sekarang ini hanya 3.187 orang. Artinya, untuk saat ini Loteng sudah kekurangan sebanyak 1.700 guru SD.

Terhadap persoalan ini, pihaknya sudah mengajukan formasi kebutuhan guru SD baru ke pemerintah pusat. Dan, diharapkan penerimaan guru PNS baru bisa segera dibuka supaya kekurangan guru SD khususnya di Loteng tidak semakin parah.

Terhadap kekurangan guru SD, pihaknya berupaya menutupi dengan mengoptimalkan guru honor yang ada. Kepala sekolah juga tetap diberikan tugas untuk mengajar. Tapi cara ini tentunya tidak bisa selama bisa diharapkan. Karena dari sisi pengajian, pemerintah daerah belum mampu memberikan nilai memadai. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here