Tahap Pertama, Kartu Maiq-Meres Kesehatan Sasar Tuan Guru

Kepala Dinas Sosial Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani, menunjukkan contoh kartu Maiq-Meres kesehatan yang akan diperuntukan bagi para tuan guru di Loteng. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) segera meluncurkan program kartu Maiq-Meres kesehatan. Untuk tahap awal, program kartu Maiq-Meres ini bakal menyasar para tuan guru dengan jumlah sasaran sebanyak 300 lebih. Dinas Sosial (Dinsos) Loteng selaku leading sector program kartu Maiq-Meres masih melakukan validasi data penerima program khusus untuk layanan kesehatan tersebut.

Kepala Dinsos Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani, kepada Suara NTB, Jumat, 11 Juni 2021, mengungkapkan, pihaknya sudah menerima data tuan guru calon penerima program kartu Maiq-Meres kesehatan sebanyak 300 lebih. Dari jumlah tersebut sampai saat lebih dari setengah sudah selesai dilakukan validasi. Sisanya sejauh ini masih dalam proses validasi.

Iklan

“Validasi dilakukan untuk memastikan kebenaran dan keberadaan tuan guru penerima program kartu Maiq-Meres. Karena kita tahu dari data yang masuk, mungkin ada tuan guru yang sudah meninggal dunia atau mungkin saja sudah pindah domisili,” terangnya.

Disinggung soal kriteria tuan guru penerima program kartu Maiq-Meres, Hastuti mengatakan pihaknya dalam hal ini hanya menerima usulan nama saja. Karena data tuan guru sudah ada di Bagian Kesra Setda Loteng. Pihaknya kini tinggal melakukan validasi data saja. Termasuk mengecek kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

“Jadi bukan kami yang menentukan tuan guru mana saja yang akan memperoleh program kartu Maiq-Meres. Datanya sudah ada sejak lama. Tinggal sekarang kita validasi, apakah tuan guru bersangkutan masih berdomisili di Loteng atau tidak. Termasuk apakah sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Dengan kartu Maiq-Meres itu, para tuan guru penerima program bisa memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis di semua rumah sakit milik pemerintah. Baik itu pelayanan kesehatan berupa rawat jalan maupun rawat inap. Bahkan jika pun harus menjalani operasi, semua tetap akan ditanggung dengan program kartu Maiq-Meres ini. “Kartu Maiq-Meres ini bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para tuan guru di daerah ini. Kalau bukan pemerintah daerah yang memberikan perhatian, siapa lagi,” ujarnya.

Ke depan cakupan sasaran program kartu Maiq-Meres sendiri lebih luas lagi. Tidak hanya menyasar tuan guru saja, tetapi juga para pemuka agama lainnya. Tergantung kondisi dan kemampuan anggaran daerah. Tapi karena ini baru tahap awal, jadi fokus ke tuan guru dulu.

Apakah masyarakat kurang mampu juga bisa memperoleh kartu Maiq-Meres? Hastuti semua tergantung kebijakan pemerintah daerah. Kalau memang ada kebijakan untuk masyarakat kurang mampu, bisa saja ke depan, kalau anggaran daerah mencukupi.

Tapi kalau untuk masyarakat kurang mampu sudah ada program perlindungan sosial dari pemerintah pusat. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun BPJS kesehatan. Soal kemudian ada masyarakat kurang mampu tidak masuk sebagai penerima program perlindungan sosial dari pemerintah pusat, silakan lapor ke pemerintah desa atau lurah setempat. Supaya bisa diproses usulannya.

Nanti pemerintah kabupaten melanjutkan usulan pemerintah desa dan kelurahan. “Kemampuan anggaran daerah kan terbatas. Tidak mungkin semua bisa ditanggulangi. Mana yang belum ditangani oleh anggaran pusat, itu yang ditanggulangi oleh pemerintah daerah,” pungkas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng ini. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional