Tahap Pertama Belum Tuntas 100 Persen, Kepala Daerah Diminta Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kepala daerah didorong mengawal proses vaksinasi di masing-masing daerahnya untuk mempercepat memutus mata rantai penularan Covid-19. Pasalnya, masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum tuntas vaksinasi tahap pertama di NTB hingga akhir Februari lalu.

‘’Kepala daerah kita dorong. Artinya, ini tanggung jawab bersama, bareng. Semua harus bisa mengawal. Harapannya biar cepat kita putus mata rantai Covid ini,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., dikonfirmasi kemarin di Kantor Gubernur.

Iklan

Berdasarkan data Dikes NTB hingga Senin, 1 Maret 2021, capaian vaksinasi tahap satu untuk dosis pertama sebesar 99,4 persen, sedangkan dosis kedua 67,7 persen. Beberapa daerah yang belum tuntas vaksinasi tahap satu untuk dosis pertama, antara lain Lombok Utara baru mencapai 99,8 persen.

Kemudian, Sumbawa Barat baru 83,3 persen, Dompu 89,7 persen, Bima 83,8 persen dan Kota Bima 86,3 persen. Sedangkan Kota Mataram sudah mencapai 101 persen, Lombok Barat 113,2 persen, Lombok Tengah 105,5 persen, Lombok Timur 101,1 persen dan Sumbawa 104,1 persen.

Sedangkan untuk dosis kedua, Kota Mataram sudah mencapai 71,6 persen, Lombok Barat 85,7 persen, Lombok Tengah 68,9 persen, Lombok Timur 62,8 persen dan Lombok Utara 64,9 persen. Selanjutnya, Sumbawa Barat 40,4 persen, Sumbawa 94,2 persen, Dompu 59,1 persen, Bima 44,4 persen dan Kota Bima 42,7 persen.

Fikri mengatakan, vaksinasi tahap kesatu sebenarnya ditargetkan tuntas Februari lalu. ‘’Kita ingin 100 persen kemarin di akhir Februari. Tapi target minimal bisa kita capai,’’ katanya.

Dengan capaian vaksinasi tahap kesatu dosis pertama yang sudah mencapai angka di atas 99 persen, maka NTB sudah bisa memulai untuk vaksinasi tahap kedua bagi lansia di ibukota provinsi dan pelayan publik.

‘’Nakes yang belum divaksin, dia akan jalan juga. Vaksinasi tahap kedua jalan terus, nakes yang sempat tertunda divaksin juga,’’ tandasnya.

Jumlah sasaran lansia dan pelayan publik yang akan divaksinasi untuk tahap kedua termin pertama ini sebanyak 35.047 orang. Dengan rincian, 13.366 lansia di Kota Mataram dan 21.681 pelayan publik di 10 kabupaten/kota di NTB.

Sedangkan 21.679 pelayan publik yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua termin pertama di NTB. Dengan rincian, Kota Mataram 2.971 orang,Lombok Tengah 4.097 orang, Lombok Timur 5.075 orang, Dompu 1.007 orang, Bima 2.002 orang, Kota Mataram 14.318 orang, Sumbawa 1.993 orang, Kota Bima 2.002 orang, Sumbawa Barat 638 orang dan Lombok Utara 944 orang. (nas)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional