Tabungan di Bank Naik Signifikan

Mustaen. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat nampaknya masih menimbang-nimbang tetap menyimpan uangnya di bank, ditengah ketidakpastian berakhirnya pandemi covid-19. Persentase kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan terbukti mengalami peningkatan signifikan. “DPK (tabungan) kita naik sampai 35 persen,” kata Mustaen, Direktur Utama BPRS Dinar Ashri atau Bank Dinar.

Meningkatnya DPK ini menurutnya adalah tanda, bahwa masyarakat masih enggan membelanjakan uangnya. Dan lebih memilih cari aman, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ekonomi karena pandemi covid-19. Sebelum-sebelumnya, peningkatan tabungan masyarakat ini naik hingga kisaran 20 – 25 persen saja. Namun tahun 2021 ini terlihat kecenderungannya naik signifikan sampai 35 persen. Di Bank Dinar, tabungan biasanya di bawah Rp100 miliar. Tahun ini kenaikannya menjadi Rp162 miliar. “Persentasenya naik, nilai tabungannya juga naik,” jelas Mustaen.

Iklan

Ditemui di Mataram, Kamis, 2 Desember 2021, Mustaen mengatakan, tahun 2021  ini cenderung lebih baik keadaannya dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Sejumlah indikator menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dari aset, DPK, pembiayaan, demikian juga laba bank mengalami kenaikan. Dari indikator-indikator ini, Mustaen meyakini, tahun 2022 akan lebih baik pemulihan ekonominya. Optimis hal itu. Selama varian III covid-19 , omicron yang ditemukan pertama kali di Afrika, tidak masuk ke Indonesia. Ataupun jika masuk, pemerintah dapat mengendalikannya.

“Selama omicron ini masuk, atau pengendaliannya baik, kita sangat optimis sekali pemulihan ekonomi akan lebih baik dari tahun 2021,” imbuhnya. Mustaen juga menyampaikan, sebaiknya tidak terlalu berlebihan menyikapi mutasi virus covid-19. Pemerintah sudah memiliki pengalaman menanangani pandemi ini, dari awal masuk Indonesia hingga saat ini melandai. Ia juga menyebut, tingkat kepanikan itu biasanya terjadi maksimal hingga enam bulan. Karena itu, menurutnya tidak ada cara lain selain tetap beradaptasi dengan menggunakan masker, mencuci tangan. Dan menjaga jarak.

“Kalau semua ikhtiar sudah kita upayakan. Kegiatan ekonomi juga tetap berjalan dengan penyesuaian. Kita juga terus melakukan penyesuaian layanan dengan memaksimalkan layanan digital untuk seluruh kebutuhan keuangan masyarakat,” demikian Mustaen. (bul)

Advertisement