Tabloid Indonesia Barokah Ditemukan di Empat Lokasi di Sumbawa

Komisioner Bawaslu Sumbawa, Ruslan saat menunjukkan barang bukti Tabloid Indonesia Barokah yang diamankan. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tabloid Indonesia Barokah yang diduga menyudutkan salah satu pasangan Capres tidak hanya beredar di berbagai  pelosok Pulau Jawa. Namun pengirimannya  sudah sampai ke Kabupaten Sumbawa, NTB. Dari pengawasan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbawa belakangan ini, keberadaan tabloid dimaksud sudah ditemukan di empat lokasi di kabupaten setempat.

Komisioner Bawaslu Sumbawa, Ruslan, S.Pd yang ditemui wartawan, Kamis,  31 Januari 2019 menjelaskan, sebelumnya tabloid Indonesia Barokah ditemukan di sejumlah masjid di 6 desa di Kecamatan Moyo Hulu. Pihaknya berhasil mengamankan puluhan eksamplar. Baru-baru ini di wilayah kecamatan setempat juga ditemukan adanya peredaran.

Iklan

Bahkan dari pengawasan yang dilakukan pihaknya juga menemukan di tiga lokasi lainnya. Yakni satu eksamplar di salah satu masjid Desa Luar Kecamatan Alas. Kemudian di Kantor Pos Kecamatan Utan yang saat ini sudah diamankan. Tabloid ini juga ditemukan di Kantor Pos Kabupaten Sumbawa.

Pihaknya sudah mendatangi kantor pos setempat untuk memastikan keberadaan tabloid tersebut dan belum didistribusikan. “Waktu itu di Kecamatan Moyo Hulu kita berhasil amankan Tabloid Indonesia Barokah 46 eksamplar. Kemudian kemarin ada sekitar 11 eksamplar. Hasil dari pengawasam kami, kembali ditemukan di tiga lokasi. Yakni di wilayah Desa Luar Kecamatan Alas 1 eksamplar, di Kantor Pos Kecamatatan Utan, dan di Kantor Pos Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari koordinasi yang dilakukan dengan sejumlah pihak, saat ini pihaknya sudah melakukan pengkajian terhadap muatan dalam tabloid. Dimana tidak terdapat dugaan pelanggaran pemilu di dalamnya. Melainkan lebih kepada undang-undang Pers dan diduga  pelanggaran dalam bentuk lain terkait pencemaran nama baik.

“Setelah kami mengkaji secara seksama dengan tim, bahwa tidak terdapat dugaan pelanggaran pemilu di dalamnya. Adapun yang terdapat di situ adalah soal undang-undang Pers Nomor 90 tahun 1999, dan pelanggaran bentuk lain yang kami duga ada. Cuman ini tidak bisa kami sebutkan secara jelas mungkin bisa jadi itu soal pencemaran nama baik,” terangnya.

Menurutnya, tidak terpenuhinya unsur pelanggaran pemilu karena tidak ditemukan adanya satu bahasa atau kalimat yang menyebutkan calon secara detail,  nomor urut dan parpol.

“Semua unsur pelanggaran kampanye disitu tidak dijelaskan calon secara detail. Oleh karenanya kami tidak memutuskan tabloid tersebut mengandung ujaran kebencian terhadap salah satu calon. Intinya dari kami, bahwa bawaslu Kabupaten Sumbawa setelah menilai, menelisik dan membaca secara seksama taloid Indonesia Barokah yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa, tidak terpenuhi unsur pelanggaran pemilu. Artinya ini kami serahkan ke Bawaslu Provinsi untuk ditindaklanjut sebagai hasil temuan kami di tingkat Kabupaten,” jelas Ruslan.

Pihaknya dari Bawaslu menilai unsur pelanggaran kepemiluan harus teruji secara administratif.  Namun dalam tabloid tidak dijelaskan nama pasangan calon, nomor urut dan lainnya. Sehingga pihaknya tidak bisa menentukan terdapat unsur kampanye dalam tabloid dimaksud.

“Kalau menyangkut soal nilai, tentu ini berlaku umum. Karena kita ini adalah penyelenggara pemilu dan kepastian hukum di kami, kami menetapkan dan mengambil satu kepastian hukum kami harus berdasar. Dasar kami ketika itu tidak diatur dalam pasal-pasal pelanggaran pemilu atau muatannya tidak dijelaskan secara khusus maka kami tidak bisa masuk ke sana,” tukasnya.

Sejauh ini, meskipun tabloid sudah tersebar di beberapa tempat namun belum ada dampak yang signifikan. Artinya  belum ada masyarakat yang berubah pola pikirnya dan masih seperti biasa. Begitu juga soal keamanan dan perkembangan komuniskasi sosial di masyarakat masih seperti biasa. Pihaknya saat ini sudah menginstruksikan panwas kecamatan dan seruluh PPL untuk sigap dan berkomunikasi dengan semua pihak terkait jika adanya informasi penyebaran tabloid Indoensia Barokah. (ind)