Taati Prokes, Aktivitas di Pasar Tradisional Membaik

0
Pedagang dan pengunjung pasar Karang Leleda, Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya sebagian besar mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, Jumat, 13 Agustus 2021. Pemkot Mataram sedang berikhtiar menekan laju pertumbuhan virus corona. Kedisiplinan ini diharapkan berkonstribusi terhadap perubahan status menjadi zona hijau. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram sedang berupaya menekan laju penularan kasus coronavirus disease atau Covid-19. Skenario penanganan difokuskan di tingkat bawah, tak terkecuali di pasar tradisional. Kepala pasar terancam akan dipecat bilamana tak bisa mengatur pedagang dan pengunjung mentaati prokotol kesehatan.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, setelah pergeseran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 perlu ada penyesuaian untuk tetap konsisten terhadap skenario yang dibangun sebelumnya. Meskipun aturan relaksasi atau kelonggaran diberikan tetapi protokol kesehatan harus lebih kuat. Pengalaman penanganan kasus Covid-19 sehingga turun menjadi level 3 bisa menjadi pintu masuk untuk mencapai kondisi yang diharapkan. “Perilaku standar ini harus diperkuat,” kata Mohan.

IKLAN

Skenario penanganan Covid-19 harus diperkuat di tingkat kelurahan. Karena itu, kelurahan diminta mengaktivasi kembali posko pemantauan di lingkungan. Kecenderungan masyarakat menghindar mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kadang – kadang warga mengambil inisiatif isolasi mandiri. Aktivitas isolasi mandiri tidak terdeteksi, sehingga ketika fase kritis kemudian dibawa ke rumah sakit.

Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara intensif. Warga yang isoman ditempelkan stiker, supaya terdeteksi dengan baik. “Pak Camat dan lurah pantau wilayahnya,” katanya menginstruksikan.

Selain di lingkungan, pengawasan juga harus diperketat di pasar – pasar tradisional. Kepala pasar diminta tidak berhenti mengimbau pedagang dan pengunjung mentaati protokol kesehatan secara ketat. Bila perlu disediakan masker bagi pedagang atau pengunjung lupa membawa.

Walikota menegaskan, apabila ditemukan kepala pasar tidak mampu mengkoordinir pedagang agar mengikuti prokes terancam akan diganti. “Pengeras suara di pasar itu diaktifkan lagi. Kalau ada saya lihat pedagang dan pengunjung tidak taati prokes dan dibiarkan oleh kepala pasar. Saya akan ganti (pecat,red),”  tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pasar Kebon Roek Malwi mengklaim, ketaatan pedagang dan pengunjung terhadap protokol kesehatan mencapai 90 persen. Pedagang memahami pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga kedisiplinan prokes harus dijalankan dengan baik. Dari hasil swab antigen secara acak oleh Satgas Covid-19 Kota Mataram, tidak ada pedagang terkonfirmasi positif. “Alhamdulillah, sampai sekarang ndak ada pedagang kita yang positif,” klaim Malwi.

Setiap pagi petugas pasar selalu mengimbau pedagang dan pengunjung melalui pengeras suara untuk menggunakan masker. Persoalannya adalah pedagang sering meletakan masker didagu. “Kalau kita dagang mereka pakai masker,” ucapnya. (cem)