Syngenta Memiliki Solusi Mengendalikan Hama Ulat Grayak

Kegiatan FFD yang digelar di Desa Gunung Malang beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Selong (Suarantb.com) – PT Syngenta Indonesia mengadakan ‘’Farmer Field Day” (FFD) di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan utama acara ini adalah berbagi informasi terkait hama ulat grayak jagung (UGJ) Spodoptera frugiperda atau yang dikenal dengan sebutan fall army worm (FAW).

Iklan

Sebagai salah satu wilayah sentra produksi jagung nasional, serangan hama UGJ yang saat ini sudah banyak ditemukan di daerah Nusa Tenggara Barat menjadi tantangan utama petani dalam praktik budidaya jagung.

Ulat grayak jagung merusak pertanaman jagung dengan cara menggerek daun tanaman. Pada kerusakan berat, hama ini menyebabkan daun tanaman hanya tersisa tulang daun dan batang tanaman jagung saja.

Keterlambatan dalam mengendalikan UGJ akan mengakibatkan kerugian secara ekonomi yang menyebabkan kehilangan hasil produksi hingga 80% sehingga dapat menyebabkan gagal panen.

Syngenta adalah perusahaan yang bergerak dibidang perlindungan tanaman, yang berkomitmen membantu petani melakukan praktik perlindungan tanaman yang baik untuk membangun pertanian berkelanjutan.

Untuk membantu petani mengendalikan hama UGJ, melalui acara kegiatan Farmers Field Day ini Syngenta memberikan informasi terkait UGJ dan melakukan demo massal praktik pengendalian yang efisien dan aman menggunakan teknologi Proclaim 5 SG pada lahan jagung petani yang sudah diserang UGJ.

Selain melakukan edukasi dan demo praktik massal, Syngenta juga menampilkan performa teknologi insektisida Proclaim 5 SG dalam mengendalikan serangan ulat grayak jagung yang sudah diaplikasikan di lahan percontohan kepada sekitar 100 orang petani jagung yang hadir.

Kegiatan FFD ini dihadiri oleh pemerintah setempat yaitu Dinas Pertanian Lombok Timur yang diwakili oleh Kepala UPTPP Kecamatan Pringgabaya, Bapak Muliadi; Perwakilan Camat Pringgabaya; Kepala Desa Gunung Malang, Bapak Nurlan dan juga Penyuluh Pertanian Lapangan dan Pengamat Organisme Penggangu Tanaman.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Gunung Malang, Bapak Nurlan yang menyampaikan keinginannya agar produk-produk Syngenta dapat tersedia di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Malang sehingga dapat diakses dengan mudah oleh petani.

Karena mereka menilai Proclaim terbukti dapat mengendalikan UGJ dengan baik dan sudah mulai banyak digunakan petani. Dengan menggunakan Proclaim diharapkan hasil panen meningkat dan tidak dipengaruhi serangan hama UGJ.

Selanjutnya, Regional Sales Manager PT Syngenta Indonesia wilayah Nusa Tenggara, Khoirul Abidin menegaskan Proclaim 5 SG ini merupakan salah satu solusi dari Syngenta yang sangat efektif untuk pengendalian UGJ.

Efektivitas Proclaim juga sudah terlihat dari demo pada tanaman jagung yang sudah disaksikan bersama para hadirin. Pada kesempatan ini, Kepala UPTPP, Bapak Muliadi juga menyampaikan terimakasih kepada Syngenta karena sudah memberikan edukasi terkait dengan dampak serangan serta solusi yang tepat untuk pengendalian hama UGJ yang mengancam produksi jagung nasional.

Petani tidak perlu khawatir menggunakan produk perlindungan tanaman yang diproduksi Syngenta karena dihasilkan melalui proses riset panjang yang berjenjang terkait efektifitas dan keamanannya, serta sudah terdaftar di Kementerian Pertanian.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman sangat penting untuk mencegah terjadinya kehilangan hasil pertanian. Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara efektif dan aman bertujuan untuk mendukung program peningkatan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan di luar negeri.

Syngenta adalah perusahaan pertanian terkemuka di Indonesia dan di dunia. Syngenta Indonesia, yang beroperasi di Indonesia sejak 1960an melalui perusahaan legasinya, bekerja bersama petani untuk menghasilkan inovasi teknologi pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

Syngenta bertujuan meningkatkan kualitas dan ketahanan pangan dunia secara berkelanjutan melalui ilmu pengetahuan terbaik dan solusi pertanian inovatif. Teknologi kami memungkinkan jutaan petani di seluruh dunia dapat memanfaatkan sumber daya pertanian yang terbatas dengan lebih baik.

Di tingkat global, bersama 28.000 karyawan di lebih dari 90 negara, Syngenta bekerja mentransformasikan cara membudidayakan tanaman. Melalui kemitraan, kolaborasi dan kerangka keberlanjutan. Melalui ‘The Good Growth Plan’.

Syngenta berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian, menyelamatkan lahan dari degradasi, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan mengupayakan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Untuk mempelajari lebih lanjut, kunjungi www.syngenta.com dan www.goodgrowthplan. Bisa diikuti juga perkembangan syngenta di laman Facebook : Syngenta, Twitter : @SyngentaID, Instagram : @syngentaindonesia, Youtube : Syngenta Indonesia dan Linkedin : Syngenta. (r*)