Syekh Ali Jaber Doakan NTB Bebas dari Paham Radikal

Mataram (suarantb.com) – Salah seorang guru tahfiz Al-Quran dari Masjid Nabawi, Madinah, Syekh Ali Jaber mendoakan masyarakat NTB bebas dari paham-paham radikal dan kekerasan. Hal tersebut disampaikannya seusai kegiatan tabligh akbar di Lapangan Teratai Mako Sat Brimob Polda NTB, Jumat 16 September 2016.

“Kekerasan tidak akan membawa kedamaian. Seharusnya, adanya perbedaan itu wajar. Tapi jangan perbedaan itu menjadi permusuhan. Karena perbedaan itu bukan dari sekarang, dari zaman Rasulullah itu ada. Tapi tidak pernah memberi kesan membawa kedamaian,” ujarnya dengan didampingi Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Umar Septono.

Iklan

“Seharusnya difokuskan bagaimana mengajarkan masyarakat makmur masjid. Bagaimana menjadi masyarakat yang jujur dan amanah. Bagaimana masyarakat berakhlak mulia, ini kan hal yang utama,” imbuhnya.

Syekh Ali Jaber juga merasa terkesan berada di Lombok. Menurutnya, Lombok sudah seperti kampung halamannya. “Jadi kebanggaan saya berada di Lombok. Bisa dianggap mudik kembali ke kampung halaman di Lombok. Mudah-mudahan Insya Allah warga Lombok ini semua menjadi bahagia dan damai,” harapnya.

Tidak hanya masyarakat Lombok, Syekh Ali Jaber juga mendoakan anggota Brimob Polda NTB menjadi yang terbaik di mata Allah dan di mata manusia. Tetap mengayomi masyarakat dengan penuh ketulusan. “Saya ingin polisi jadi yang terbaik. Terbaik di mata Allah dan terbaik di mata manusia,” ungkapnya.

Tabligh akbar yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dihadiri Kapolda dan jajaran kepolisian lainnya. Semua yang hadir dalam tablig akbar tersebut mendapat siraman rohani sekaligus pencerahan dari ulama yang fasih berbahasa Indonesia tersebut. (szr)