Syarat Diperketat, Pelamar CPNS Turun

H. M. Nazili (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Jumlah pelamar peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun ini menurun drastis. Hingga hari terakhir penutupan pendaftaran peserta seleksi CPNS, sebelum diperpanjang, Rabu, 21 Juli 2021, tercatat baru sekitar 3 ribu pelamar yang telah mendaftar. Angka tersebut jauh menurun dari jumlah pelamar pada rekrutmen CPNS tahun sebelumnya yang menembus angka hingga 15 ribu pelamar.

Pengetatan syarat calon pelamar serta minimnya jumlah formasi yang tersedia disinyalir jadi salah satu penyebabnya. “Pada seleksi CPNS sebelumnya, untuk syarat minimal IPK itu tidak dibatasi. Jadi orang leluasa ikut mendaftar,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Loteng, H.Moh. Nazili, S.IP., kepada wartawan, Rabu, 21 Juli 2021.

Iklan

Namun pada rekrutmen CPNS kali ini, syarat IPK dibatasi minimal 2,75. Sehingga tidak banyak yang bisa ikut seleksi. Belum lagi, soal ketersedian formasi CPNS yang terbatas hanya sekitar 196 formasi saja, di luar tenaga pendidik atau formasi guru. Karena untuk formasi guru kali ini tidak ada. Hanya untuk tenaga teknis lain, seperti tenaga kesehatan.

“Kalau untuk tenaga pendidik, rekrutmennya melalui rekrutmen tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ini juga berpengaruh terhadap jumlah pelamar seleksi CPNS,” jelasnya.

Terhadap pelamar yang sudah mendaftar, panitia seleksi secara bertahap melakukan verifikasi persyaratan administrasi. Itu dilakukan untuk mengefektifkan waktu bagi panitia seleksi. Jadi seleksi administrasi tidak dilakukan sekaligus setelah pendaftaran ditutup. Tetapi sudah dilakukan sejak pendaftaran dimulai.

Jadi panitia seleksi nanti tinggal memberikan laporan saja. “Berapa yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, belum ada laporan. Kita masih menunggu laporan akhir dari panitia seleksi,” terangnya.

Di Lombok Barat (Lobar), Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lobar mendorong agar masyarakat mendaftar ikut Seleksi CPNS. Kabid P2FPT pada BKD dan PSDM Lobar, L. Suastariadi mengatakan, karena dirinya tengah menjalani isolasi mandiri, pihaknya selalu dilaporkan oleh jajaran terkait perpanjangan masa pendaftaran Tersebut. “Saya sudah dilaporkan, Pendaftaran diperpanjang hingga lima hari ke depan sampai tanggal 26 Juli,”jelas dia.

Dengan perpanjangan waktu ini artinya pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut seleksi. Ia pun mendorong masyarakat mendaftar. (kir/her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional