Syamsul Luthfi : Belum Waktunya Bicara Calon

Selong (Suara NTB) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Timur (Lotim) yang serentak dengan provinsi dan Kota Bima tahun 2018 mendatang dinilai H. M. Syamsul Luthfi masih lama. Mantan Wakil Bupati Lotim yang mulai banyak disebut-sebut menjadi salah satu kandidat yang akan kembali terjun dalam kontestasi politik lima tahun sekali ini menyatakan belum waktunya berbicara soal calon.

Menjawab Suara NTB via ponselnya, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur yang kini menjadi anggota DPR RI ini, mengaku, sampai sekarang belum ada keputusan final dari semua partai, termasuk Partai Demokrat. “Terlalu dini kalau ada keputusan final sekarang,” akunya, Minggu, 26 Februari 2017.

Iklan

Partai Demokrat diketahui merupakan salah satu partai yang cukup rasional dalam menentukan bakal calon yang akan diusung menjadi calon bupati dan wakil bupati. Ada mekanisme survai yang harus dilalui untuk melihat tingkat elektabilitas dari calon. Survai pun tidak sekali dilakukan, tapi dilakukan berkali-kali.  “Masyarakat pemilih kita ini kan sangat dinamis,” urainya.

Berbicara soal kepemimpinan Bupati-Bupati Lotim selama beberapa periode ini, kakak kandung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi ini, menyatakan semuanya sudah sangat baik. Mulai dari Bupati M. Sadir, H. Syahdan, H.M. Sukiman Azmy dan H. Moch Ali Bin Dachlan. Jika diberikan kesempatan memimpin Lotim, Luthfi mengatakan akan mengadopsi dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis yang telah dilakukan para bupati ini.

Saat ini, kritiknya, belum terbangun secara harmonis antara pemerintah tingkat kabupaten dengan provinsi. Harmonisasi antara kabupaten dengan provinsi harus lebih baik. Pemerintah provinsi adalah kepanjangan tangan dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah di tingkat kabupaten harus menjalin komunikasi yang baik. Hubungan yang baik ini harusnya terus ditingkatkan.

Antara provinsi dan kabupaten tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Terlebih daerah-daerah provinsi, tidak terkecuali Provinsi NTB ditarget penyelesaian programnya oleh pemerintah pusat. Seperti target pertumbuhan ekonomi, target pengentasan kemiskinan, peningkatan derajat kesehatan dan kualitas pendidikan.

Soal kemiskinan, lanjutnya, selama ini Provinsi NTB di bawah kepemimpinan TGB. M. Zainul Majdi, semakin progresif penurunannya. Sudah berhasil diturunkan 9 persen selama kepemimpinan TGB dua periode, yakni angka kemiskinan dari 25 persen  kini tersisa 16 persen. Tidak mustahil, katanya, akan bisa mendekati rata-rata nasional.

Khusus Lotim, angka kemiskinannya saat ini 19,4 persen. Agar bisa lebih cepat, diperlukan upaya akseleratif dan inovatif. Pembangunan tidak saja infrastruktur, namun paling penting adalah pembangunan manusia. Indeks Pembangunan Manusia Lotim saat ini berada pada urutan ke 7 dari 10 kabupaten/kota se NTB, diharapkan ke depan bisa meningkat dan berada pada uruta ke 5. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here