Syahril Gunawan, Warga Miskin yang Terabaikan, Meninggal Dunia

Selong (Suara NTB) – Syahril Gunawan (15) anak warga Dusun Kembang Kerang Selatan Desa Kembang Kerang Kecamatan Aikmel meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD. Dr. R. Soedjono Selong, Jumat, 11 November 2016 sekitar pukul 05:00 Wita. Syahril Gunawan yang diduga mengindap penyakit gangguan hati dan jantung meninggal setelah sekitar satu minggu ditangani pihak medis di RSUD Dr. R. Soedjono Selong.

Koordinator Bhakti Mampu Sub Office NTB, Nurjanah menuturkan, sejak dibawa ke RSUD Dr. R. Soedjono Selong, sepekan lalu, komplikasi penyakit yang diderita Syahril Gunawan memang sudah berada pada tahap yang membuat tim medis tak bisa berbuat banyak dan tak berdaya.

Iklan

Sesekali, ia kesakitan, merasakan perutnya yang semakin membesar layaknya orang yang sedang mengalami busung lapar. Akan tetapi, katanya, penyakit yang diderita siswa kelas 3 MTs Al Manan Bagek Nyaka Kecamatan Aikmel ini adalah ganguan fungsi hati dan jantung dengan kondisi yang cukup serius.

Sebelum dirawat di rumah sakit, kata Nurjanah, Syahril tinggal bersama neneknya di Dusun Kembang Kerang Selatan Desa Kembang Kerang Kecamatan Aikmel. Ayahnya sudah meninggal sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 SD.

Setelah sang ayah meninggal, ibunya kawin lagi dan memutuskan tinggal di Bali. Selama ini, Syahril tinggal bersama neneknya bernama Papuq Bahar. Papuq Bahar inilah yang selalu merawat Syahril hingga duduk di bangku kelas 2 MTs tersebut. Papuq Bahar merupakan buruh pengupas kulit bawang putih dengan upah Rp 3.000 per satu bakul.

Dikatakan Nurjanah, penyakit yang dialami Syahril tidak terlepas dari rendahnya kualitas hidup mereka. Sebab, secara ekonomi, mereka selalu mengalami kekurangan. Dituturkannya, dari hasil keterangan pihak RSUD Dr. R. Soedjono Selong, membesarnya perut Syahril karena terdapat air di dalam perutnya yang disebabkan karena adanya gangguan pencernaan sehingga menyerang organ vitalnya yang lain.

  Kerak Kemiskinan di Mataram Sulit Diatasi

“Kondisi yang dialami Syahril ini tidak terlepas dari kemiskinan absolut yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dusun Kembang Kerang Selatan Desa Kembang Kerang Kecamatan Aikmel, Yahya Putra menuturkan, lambatnya proses penanganan medis terhadap Syahril Gunawan karena nenek yang merawat Syahril tidak mengetahui penyakit yang diderita cucunya itu.

Pembesaran perut Syahril pertama kali diketahui oleh pamannya yang saat itu pulang dari Bali dan sejak itulah Syahril langsung disikapi serius. Akan tetapi, katanya, kala itu Syahril tidak langsung mendapatkan pertolongan medis, karena tidak adanya kartu BPJS supaya biaya pengobatan ketika berada di RS tidak terlalu mahal di tengah himpitan ekonomi yang dialaminya.

Pertolongan medis didapatkan oleh Syahril Gunawan, kata Yahya, 14 hari setelah persoalan itu dikomunikasikannya bersama Pihak Puskesmas Aikmel dan Dikes Lotim sehingga langsung di rawat di RSUD Selong. Disana, penangan serius langsung dilakukan sekitar satu minggu lamanya. Namun, semua itu tampaknya tidak mampu menyelamatkan hidup Syahril yang sudah terlalu penuh dengan penderitaan. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here