Survei Presisi : Elektabilitas Joda Akbar Terlalu Perkasa untuk Dikalahkan

Direktur Lembaga survei Presisi, Darwan Samudja mempresentasikan temuan hasil surveinya di Pilkada KLU 2020. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB)-Lembaga survei Presisi (Prediksi Survei & Statistik Indonesia) memprediksi pasangan Cabup/Cawabup nomor urut 1, Djohan Syamsu-Danny Karter (Joda Akbar) bakal keluar sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang digelar 9 Desember 2020.

Presisi mengungkapkan sejumlah alasan mengapa pasangan Joda Akbar sangat berpotensi besar memenangkan pertarungan Pilkada KLU 2020. Berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan 24 – 29 November, dengan metodologi Multistage Random Sampling, 440 responden, dan margin of eror, 4,8 persen. Hasil memperlihatkan posisi Joda Akbar sangat tangguh.

Temuan tingkat elektabilitas dua Paslon yang bertarung di Pilkada KLU 2020, Joda Akbar memiliki elektabilitas sebesar 51,36 persen, sementara rivalnya pasangan Najmul-Suardi (NADI) memiliki elektabilitas sebesar 34,09 persen. Sementara swing voter sendiri masih sebesar 14,55 persen.

“Terlihat pasangan Joda Akbar unggul jauh melewati rivalnya pasangan NADI, jaraknya cukup jauh. Maka dengan ujung waktu yang sedikit ini, dengan peta politik yang demikian itu, sudah dapat kita ucapkan selamat kepada Joda yang akan keluar jadi pemenang di Pilkada KLU,” ujar Direktur lembaga survei Presisi, Darwan Samudja, Kamis, 3 Desember 2020 di Mataram.

Lanjut Darwan, mengapa pihaknya begitu berkeyakinan kuat bahwa pasangan Joda Akbar yang akan keluar sebagai pemenang pilkada KLU. Dengan tingkat elektabilitas Joda Akbar yang sangat perkasa tersebut, sangat mustahil bisa terkejar di sisa waktu masa kampanye yang tersisa dua hari lagi.

“Masa kampanye efektifnya tinggal dua hari lagi, itu sudah sangat mustahil bagi NADI untuk mengejar Joda Akbar. Karena beda lima persen saja sangat sulit dikejar apalagi dengan temuan survei kami ini, selisihnya di atas belasan persen, itu hal mustahil bisa terkejar dalam rentang waktu dua hari ini,” jelasnya.

Temuan dalam survei Presisi lainnya yang makin menguatkan dan mengonfirmasi bahwa pasangan Joda Akbar akan keluar sebagai pemenang pilkada KLU 2020. Pertama swing voter yang tinggal sebesar 14,55 persen termasuk sangat kecil. “Katakanlah semua swing voter ini ke NADI, Joda Akbar masih tetap unggul, meskipun mustahil swing bisa diambil semuanya,” ungkap Darwan.

Temuan kedua yakni tingkat kepuasan masyarakat KLU terhadap kinerja Najmul selama menjadi Bupati cukup rendah. Dari hasil survei Presisi memperlihatkan bahwa yang sangat puas dengan kinerja Najmul sebesar 18,10 persen, kemudian cukup puas 47,10 persen, kurang puas 29,90 persen tidak puas 4,50 persen.

“Artinya kalau yang cukup puas itu tidak sampai 50 persen, bagi petahana itu kegagalan. Nah inilah salah satu alasannya kenapa dukungan Joda begitu unggul tinggi, itu berbanding lurus dengan temuan lainnya,” paparnya.

Selanjutnya, Presisi juga tidak lupa memetakan potensi pengaruh ancaman politik uang di Pilkada KLU. Dari hasil surveinya menunjukkan bahwa jika terjadi gerakan politik uang, pengaruhnya tidak signifikan untuk menggerus elektabilitas Joda Akbar.

“Di sini terlihat bahwa politik uang tidak berpengaruh signifikan. Sebanyak 79,60 persen masyarakat KLU tidak membenarkan (menerima) politik uang, hanya 10,10 persen yang membenarkan (menerima) politik uang. Bahkan dalam survei itu kami sertakan juga nominal uang-nya, mulai dari Rp 50 ribu, Rp 100 ribu sampai Rp200 ribu, hasilnya juga 70 persen lebih mengatakan menolak,” katanya.

Terakhir, dari tingkat loyalitas pemilih masing-masing, memperlihatkannya loyalitas pendukung Joda Akbar sebesar 44,38 persen, dan NADI 31,78 persen. “Artinya bahwa pendukung Joda lebih militan, sulit untuk diubah dukungannya,” kata Darwan.

Dikonfirmasi terpisah terkait dengan hasil survei Presisi tersebut. Sekretaris Tim Pemenangan Joda Akbar, Sudirsah Sudjanto mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur sekali dengan hasil survei Presisi yang menempatkan Joda Akbar unggul.

“Sebenarnya apa yang disampaikan Presisi ini tidak jauh beda dengan pemetaan yang sudah kamu lakukan. Tapi demikian, kita tidak mau over confidence dengan hasil survei ini. Kami terus berjuang sampai dengan hari H, terus rapatkan barisan,” katanya. (ndi).