Survei Polmark, Pasangan Farouk-Rohmi Unggul

Mataram (Suara NTB) – Peta elektabilitas menjelang Pilkada NTB 2018 kian dinamis. Sejumlah Tim Pemenangan pun merilis hasil survei yang mereka lakukan. Salah satunya dari Tim Media Farouk Muhammad yang merilis hasil survei PolMark Indonesia sebagai lembaga yang ditunjuk untuk melakukan survei opini publik di Provinsi NTB, karena dianggap lebih objektif.

Dedi Supriadi dari Tim Media Farouk Muhammad menjelaskan, survai Polmark berlangsung rentang waktu 19-24 Agustus 2017. Survei dilakukan terhadap 1200 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Iklan

Data elektabilitas tokoh potensial calon gubernur NTB yang ditunjukkan oleh Survei Polmark hasilnya tidak jauh berbeda dengan rilis lembaga survei yang ada untuk posisi papan atas (tiga besar) dengan perolehan di atas 10%, yaitu : Ahyar Abduh (15,8%), Muh. Suhaili FT (15,3%), Ali Bin Dachlan (12,8%). Adapun posisi papan tengah dengan perolehan suara di atas 5% diraih oleh Farouk Muhammad (5,9%) dan Sitti Rohmi Djalilah (5,5%). Adapun urutan berikutnya dengan peroleh suara di bawah 5% yaitu : Zulkifli Muhadi (1,8%), Zulkieflimansyah (1,0%), Lalu Rudy Irham Srigede (0,3%)

Data survei di atas menyisakan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 41,6%.

Menariknya adalah ketika masuk ke simulasi pasangan ditemukan hasil pasangan dengan elektabilitas tertinggi ada pada Farouk Muhammad-Sitti Rohmi (8,7%), disusul Ahyar Abduh dengan pasangannya (8,5%), Ali BD dengan pasangannya (7,8%), Suhaili dengan pasangannya (6,8%) dengan undecided voters sebesar 62.2%.

Bahkan, dalam simulasi bergantian pasangan calon, ternyata pasangan Farouk-Rohmi memiliki magnet elektoral yang tertinggi dibandingkan lainnya.

Jika dianalisis mengapa hal itu terjadi karena pasangan Farouk-Rohmi mencerminkan representasi dua pulau di NTB. Farouk mewakili Pulau Sumbawa sementara Rohmi mewakili Pulau Lombok. Selain latar belakang basis sosialnya yang dipersepsi publik sebagai representasi Nahdatul Wathan. Kelebihan lainnya, Farouk Muhammad sudah memiliki basis suara DPD sekitar 160 ribu atau lebih dari 4 % Pemilih 2018 yang diprediksi lebih dari 3,9 juta.

Sitti Rohmi sendiri menempati posisi puncak elektabilitas sebagai calon wakil gubernur (11,2%) jauh selisihnya dibandingkan calon lainnya seperti Muhammad Amin (5,1%), Muhammad Syafrudin (5,1%), Lalu Gede Sakti (4,0%), Mori Hanafi (2,1%) dan Putu Selly Handayani (2,3%).

Tren elektoral keduanya juga menarik untuk dianalisis. Dibandingkan calon lainnya yang memiliki popularitas dan elektabilitas personal lebih tinggi, faktor kedisukaan dan kemantapan pemilih Farouk dan Rohmi dinilai lebih efektif dibandingkan pasangan lain, dengan persentase 67,4% untuk Farouk Muhammad dan 66,1% untuk Sitti Rohmi. Lalu disusul Ali BD (58,6%), Muh. Suhaili FT (58,3%), Ahyar Abduh (48,4%).

Meski demikian, secara keseluruhan sampai dengan survei ini dilakukan, belum ada tokoh yang mempunyai tingkat popularitas dan kedisukaanya yang berada dalam standar minimal (di atas 20%) sebagai prasyarat kerja pemenangan.

Hasil survei juga mencatat mayoritas masyarakat (78,3%)  menyatakan belum punya pilihan terhadap calon Gubernur yang akan datang. Meski demikian, masyarakat antusias untuk mengikuti pemilihan, mayoritas 83% menyatakan datang dan menggunakan hak pilih.

Data ini memperlihatkan dinamika politik NTB belum mengerucut pada salah satu tokoh. Dinamika politik masih membuka peluang bagi setiap individu untuk berkontestasi dan memenangkan pilkada yang akan dihelat 2018 mendatang. (*)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional