“Surprise” dari Relawan dan Seniman untuk Pasangan MUDA

Pasangan MUDA menerima hadiah lukisan karikatur dan jaket jeans dari kelompok relawan Mataram Muda dan dari Solehudin seorang seniman mural. (Suara NTB/ist).

Mataram (Suara NTB) – Pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Mataram, H. L. Makmur Said-Badruttamam Ahda (MUDA) mendapatkan surprise atau kejutan dari kelompok relawan Mataram Muda yang dipimpin oleh Getaq Aprian Idha, bekerjasama dengan Solehudin seorang seniman mural, berupa hadiah lukisan karikatur dan sebuah jaket jeans.

Rian memberikan karikatur yang memuat gambar pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut tiga tersebut dalam sebuah bingkai foto berwarna putih. Sementara Solehudin memberikan jaket jeans yang pada bagian punggung jaket telah digambar sebuah karya mural.

Iklan

Bagi Rian, pemberian hadiah tersebut merupakan bentuk komitmen para relawan muda dalam mengawal perjalanan demokrasi pasangan dengan jargon Mataram mentereng itu untuk mencapai kemenangan. “Itu bentuk komitmen kami. Kawan-kawan dari Mataram Muda siap mengawal iktiar demokrasi yang dilakukan pasangan Makmur-Ahda untuk Kota Mataram yang Mentereng,” jelasnya setelah pemberian hadiah usai pengambilan nomor urut calon baru-baru ini.

Mataram Muda sendiri adalah komunitas yang dibentuk pada awal tahun 2020 yang berfokus pada kegiatan-kegiatan Urban anak Muda Kota Mataram. Menurut Rian, keputusan untuk mendukung serta menjadi relawan pasangan Makmur-Ahda merupakan keputusan bersama semua anggota komunitas yang terdiri dari seniman, atlet, mahasiswa, cendekiawan, pelaku industri kreatif, dan banyak latar belakang lainnya.

“Keputusan sudah bulat sejak lama. Sepakat ke Mentereng (Makmur-Ahda). Insya Allah, dengan hadiah simbolis tersebut, kami sekaligus akan membuktikan kepada masyarakat, bahwa pemuda akan ikut berkontribusi dalam membangun Kota Mataram di masa mendatang. Muda bisa!” tegasnya.

Sementara itu, Solehudin sendiri yang memberikan jaket dengan disertai gambar mural pada bagian punggungnya, menjelaskan secara singkat filosofi dari gambar tersebut. Solehudin menuturkan, bahwa sosok makhluk yang berinteraksi dengan burung koak kaok pada karyanya tersebut hendak merepresentasikan aktivitas dialog antar makhluk yang bersuara merdu.

“Mereka (makhluk bertopeng dan burung koak kaok) merepresentasikan aktivitas dialog antara dua makhluk yang bersuara merdu, tapi jarang didengar oleh orang banyak,” ungkap Solehudin di tempat yang sama.

Terkait motif pemberian dari hadiah tersebut, Solehudin tak banyak berkomentar. Ia mengaku bahwa jaket itu merupakan kado yang menyimbolkan bahwa pesta demokrasi telah dimulai. “Saya memberikan itu (hadiah) sebagai bentuk seremonial saja untuk menandakan bahwa pesta demokrasi telah dimulai,” singkat lelaki kelahiran Pagutan tersebut.

Solehudin berpesan, agar nantinya setelah melewati Pilkada 2020, Walikota dan Wakil Walikota sudah terpilih, Kota Mataram dapat menjadi kota yang kolaboratif dalam memajukan industri kreatif dan membuka sebanyak-banyaknya ruang berekspresi untuk para seniman.

“Kita punya banyak seniman atau muralis dan sebagainya. Artinya kita juga membutuhkan lebih banyak ruang berekspresi dan lebih banyak menjalin kolaborasi dengan semua pihak,” tegasnya.

Sedangkan Badruttamam Ahda, saat menerima hadiah jaket dari Solehudin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan para relawan khususnya para pelaku kreatif. Ahda bertekad, akan selalu mengajak pelaku kreatif khususnya kelompok pemuda untuk berkolaborasi dalam menciptakan transformasi estetik di Kota Mataram.

“Kota Mataram akan menjadi kota yang bernuansa estetik. Itu juga kelak akan menjadi sektor pariwisata sekaligus hiburan bagi masyarakat sembari beraktivitas. Tentunya itu akan kita wujudkan dengan semangat kolaborasi,” kata pemuda lulusan al-Azhar Kairo tersebut. (ndi).