Surplus 100 Ribu Ton, Cabai Diekspor ke Asia Tenggara dan Eropa

Produksi cabai di NTB melimpah. Setiap tahun, produksi komoditas ini surplus 100 ribu ton. Tampak petani cabai di wilayah Sekotong, Lombok Barat, sedang merapikan hasil panennya. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, produksi cabai di daerah ini mencapai 125 ribu ton setahun. Sementara jumlah konsumsi di dalam daerah hanya 25 ribu ton.

Kepala Distanbun NTB, Ir. Husnul Fauzi, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 19 Februari 2019 siang mengatakan, dari sisi produksi sudah tidak ada masalah. Sekarang tinggal masalah industrialisasi komoditas cabai.

Iklan

‘’Kalau saya menawarkan investasi dalam bidang industrialisasinya. Akan ada yang mengambil (produksi cabai petani). Tapi Pak Gubernur minta ada industrialisasi hilirnya, jangan mengirim dalam bentuk mentah,’’ katanya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di daerah lain di Indonesia. Komoditas cabai NTB juga diekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan Eropa. Negara tujuan ekspor cabai NTB lewat Batam adalah Malaysia, Singapura, Thailand. Sementara untuk tujuan Eropa yakni Inggris. Jenis cabai yang diekspor adalah cabai hijau.

Agar cabai tetap segar maka perlu ada cold storage. Dengan adanya cold storage akan memberikan nilai tambah bagi petani. Apabila harganya rendah, di bawah Rp10 ribu per Kg, dapat disimpan dulu dalam cold storage dan dijual ketika harganya di atas Rp15 per Kg.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si mengatakan pengiriman cabai NTB ke Batam sudah mulai kembali dilakukan Selasa, 19 Februari 2019 kemarin menggunakan pesawat Garuda. Selama ini, pengiriman cabai NTB ke Batam, yang selanjutnya diekspor ke Malaysia dan Singapura terhenti akibat mahalnya biaya kargo pesawat.

‘’Kaitan dengan cabai, hari ini (kemarin) sudah ada pengiriman ke Batam,’’ kata Selly dalam rapat pimpinan (Rapim) yang dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Si dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Selasa, 19 Februari 2019 siang.

Selly mengatakan cabai NTB yang dikirim ke Batam, selanjutnya akan diekspor ke Malaysia dan Singapura. Dalam kondisi seperti ini, kata Selly, NTB sebenarnya dirugikan.

‘’Daripada kami direcoki setiap saat, kami koordinasi dengan Kargo Garuda, keinginan pemain cabai untuk sementara diizinkan dulu. Mulai pengiriman perdana ke Batam,’’ katanya.

Menurutnya, perlu dibangun tempat penyimpanan cabai di NTB. Sehingga cabai tetap segar dan punya nilai tambah. (nas)