Surati Badan Geologi, Disbudpar NTB Desak Pendakian ke Rinjani Segera Dibuka

Mataram (suarantb.com) –  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB mendesak pendakian ke Gunung Rinjani segera dibuka. Disbudpar telah bersurat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Saya sudah bersurat ke Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani pada tanggal 2 November untuk meminta untuk segera memutuskan status Gunung Rinjani dari waspada ke normal. Saya diinformasikan, surat itu sudah naik ke Kepala Badan Geologi tetapi belum ditandatangani. Masih menunggu keputusan,” kata Kepala Disbudpar NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si ketika dikonfirmasi suarantb.com di kantor Gubernur, beberapa hari lalu.

Iklan

Sesuai rekomendasi PVMBG pasca meletusnya Gunung Baru Jari beberapa waktu lalu, pengunjung atau wisatawan dilarang mendekat ke kawah Gunung Baru Jari pada radius 3 km. Faozal mengatakan, dalam surat tersebut pihaknya meminta perubahan radius tidak aman dalam radius 2 km.

“Ini sedang saya rumuskan dengan teman-teman di taman nasional, segera mungkin mereka buka. Soal mati hidup itu urusan Tuhan. Jangan dimacem-macemin. Selama kita menstatus quo kan pasti ada yang tidak legal yang akan naik. Saya sudah sampaikan, supaya segera diputuskan,” tandasnya.

Sementara itu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dalam website resminya menyatakan pendakian ke Gunung Rinjani masih ditutup. Hal ini menindaklanjuti Surat Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor 2622/45/BGLV/2016 tanggal 27 September 2016 perihal peningkatan tingkat aktivitas Gunung Rinjani dari Level I (normal) menjadi Level II (waspada). Maka terhitung mulai Selasa, 27 September 2016 pukul 15.00 Wita, seluruh jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup dari segala aktivitas pendakian. (nas)

  Gubernur Minta Target Angka Kunjungan 4,5 Wisatawan Harus Detail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here