Suplai Air Tersendat, Ratusan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Giri Menang (Suara NTB) – 300 hektar lahan pertanian yang ditanami padi di wilayah Desa Giri Sasak dan Kuripan Selatan terancam gagal panen lantaran krisis air akibat suplai air dari Daerah Irigasi (DI) Bendungan Batujai Lombok Tengah tidak lancar, sehingga tak mampu mengairi lahan pertanian petani.

Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan selama beberapa minggu terakhir lahan pertanian warga di wilayahnya tidak mendapatkan pasokan air dari bendungan terbesar di Loteng tersebut, sehingga menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan. “Kalau dalam sepekan ke depan tidak ada air irigasi maka padi milik petani akan mengalami gagal panen,” akunya, Rabu, 16 Mei 2018.

Iklan

Hamdani menyatakan luas lahan pertanian di wilayahnya ada 211 hektar, sekitar 11 hektar mampu ditanggulangi melalui Bendungan Pengga, sedangkan sekitar 200 hektar lahan pertanian mengalami kekeringan. Apalagi, sejak pekan kemarin belum mendapatkan pasokan air dari Bendungan Batujai.

Menurutnya, para petani di wilayah desanya sudah resah karena lahan yang mereka tanami padi sebagian besar sudah mengalami kekeringan dan kelihatan daunnya mongering, bahkan diprediksi akan mengalami gagal panen. “Kalau kegagalan panen ini terjadi maka para petani di wilayah kami akan mengalami kerugian ratusan juta rupiah” terang Hamdani.

Tercatat khusus di Kecamatan Kuripan yang menjadi Daerah Irigasi, yakni Desa Kuripan Selatan. Paling parah adalah Desa Desa Giri Sasak. Untuk mengatasi persoalan air ini, pihaknya pun turun bersama Danpos Ramil Kuripan, Babinsa dan Bhabinkamtibmaspol Giri Sasak serta Bhabinkamtibmaspol Kuripan Selatan. Setelah ditelusuri ke daerah irigasi di Lombok Tengah, ditemukan pencurian air oleh petani yang seharusnya tidak mendapatkan jadwal pembagian air, namun dicuri menggunakan mesin pompa penyedot air.

Dia juga berharap kepada pemerintah Lombok barat supaya tanggap menyikapi hal ini, agar segera mengambil langkah-langkah antisipatif dan pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah atas kondisi tersebut serta petugas air supaya bijaksana dalam membagi air dan tidak mengurangi debit air di wilayah pertanian irigasi jalur 2- 3 dan 4.

Pengakuan senada disampaikan Kepala Desa Kuripan Selatan Zulkarnain. Diakuinya, petani di wilayahnya juga terkena dampak suplai air irigasi Bendungan Batujai yang tersendat. Ia menyebut terdapat 100 hektar lahan pertanian diwilayahnya yang terkenal dampak terancam gagal panen jika tidak diatasi segera. “Ada 100 hektar yang terkena dampak di daerah kami, lahan petani terancam gagal panen,” imbuhnya.

Sementara itu Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Lobar Mawardi menyatakan pihaknya dinas melalui UPT kecamatan sudah turun ke lokasi untuk membantu petani menaikkan air menggunakan mesin pompa. “Kami melalui UPTD sudah turun cek ke lokasi lahan petani. Solusinya, kami masih menaikkan menggunakan mesin pompa saling pinjam,” kata Mawardi. (her)