Sungai di Gerung Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Pemuda yang tergabung dalam KMPS Lapan Beleq Lingkungan Dasan Geres Tengah Kota Gerung membersihkan sampah di sepanjang sungai, Jumat, 18 September.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat di Lingkungan Dasan Geres Tengah Kelurahan Dasan Geres Kota Gerung prihatin dengan kondisi sungai yang berada di wilayah setempat. Lantaran sungai yang mengitari jantung ibukota itu menjadi tempat pembuangan sampah (TPS). Akibatnya, sepanjang sungai inipun ditumpuki sampah. Bahkan tumpukan sampah mengakibatkan sedimentasi sungai.

Prihatin dengan kondisi ini, masyarakat tertuama para pemuda setempat pun tergerak membentuk Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS). Mereka turun langsung bergotong-royong membersihkan sampah yang mengotori sungai Dodokan, Jumat, 18 September 2020.

Iklan

Aksi bersih-bersih ini pun mendapatkan respons dari masyarakat sekitar dan dihadiri pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), pihak kelurahan dan pihak terkait. Mereka turun membantu mengangkat sampah yang sebagian merupakan kiriman dari daerah hulu.

Ketua KMPS Lapan Beleq, Azmil menuturkan aksi bersih-bersih sungai tersebut diinisiasi oleh pemuda setempat, karena prihatin terhadap sungai yang ditumpuki sampah. Sangat berbeda jauh ketika ia masih kecil dulu, sungai ini bersih dan airnya jernih, sehingga warga bisa mengambil air dan mencuci pakaian di sana. “Akan tetapi beberapa tahun terakhir sampah menumpuk, kotor dan keluar bau tak sedap. Ini membuat kami prihatin,” terang Azmil.

Anggota DPRD Lobar, L. Irwan mendukung upaya warga mengatasi persoalan sampah dengan memfasilitasi pembentukan KMPS sebagai wadah warga untuk menangani kebersihan sungai dan pengolahan sampah ke depan. “Saya bersyukur warga punya niat baik peduli kebersihan sungai,”jelas politisi Gerindra ini.

Untuk penanganan sampah, pihaknya mendukung sepenuhnya dengan menyiapkan sarana prasarana, seperti gerobak sampah, kendaraan toda tiga. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyiapkan amrol sampah dan pengaturan jadwal pengangkutan. “Sudah saya siapkan kendaraan sampah,” ujar dia. Diakui ada dua kendala penanganan sampah, yakni sarana prasarana dan kesadaran masyarakat yang perlu diedukasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Darmajaya mengatakan terkait persoalan sampah di sungai bukan hanya di Dasan Geres, namun ada di beberapa titik seperti di Gunungsari. Langkah penanganan yang dilakukan pihaknya sudah pasang plang, berkoordiansi dengan desa. Sehingga warga pun beralih membuang sampah di armada yang disiapkan oleh dinas. ”Termasuk masalah sampah di Dasan Geres itu kita koordinasikan dengan pihak Dinas PUPR untuk dilakukan program normalisasi sungai,” ujar dia.(her)