Sunardi Sudah Survai dan Tunjuk Konsultan

Nama yang satu ini dianggap paling serius untuk mempersiapkan pencalonannya. Jauh-jauh hari, Sunardi Ayub, SH sudah mendeklarasikan niatnya untuk tampil di suksesi kepemimpinan NTB 2018. Bahkan, saat ini Sunardi sudah menunjuk konsultan politik serta telah memulai proses survai.

Kepada Suara NTB, Senin (18/7/2016) kemarin, Sunardi Ayub mengakui bahwa sejauh ini dirinya memang sudah melakukan sejumlah langkah serius dalam rangka persiapan menuju 2018. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan menggelar proses konsolidasi di delapan kabupaten dan dua kota di NTB. Konsolidasi ini akan dilanjutkan dengan peresmian tim Sunardi Institute di 10 kabupaten/kota tersebut.

Iklan

“Nanti kita Oktober akan ada kegiatan-kegiatan yang sosial yang akan kita laksanakan,” ujarnya.

Sunardi menegaskan, selain menjajaki jalur parpol, dirinya juga mempersiapkan jalur pencalonan independen alias perseorangan. “Independen juga kita akan lakukan, untuk pengumpulan sejuta KTP. Dalam rangka mengukur kekuatan. Lobi-lobi parpol juga kita lakukan.”

Dengan cukup banyak memiliki aktivitas di Jakarta, Sunardi memiliki kesempatan untuk melakukan pendekatan langsung ke para elit parpol di Jakarta. Bahkan, mantan Ketua Fraksi Hanura DPR RI ini juga telah membentuk tim di Jakarta. Tim ini bertugas melakukan komunikasi dengan para  pimpinan parpol. Selain itu, juga menggalang program yang bisa memaksimalkan relasi yang dimilikinya di Ibukota Negara itu.

Sunardi menegaskan, saat ini agenda politik di tim-tim yang dibentuk sebenarnya bukanlah menjadi prioritas. Sebab, menurutnya yang dikedepankan saat ini adalah program-program sosial. Program semacam ini ditujukan untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Sunardi meyakini, jika aspek kesejahteraan berhasil diungkit, maka hal itu akan memudahkan langkah politik yang dilakukannya nanti.

“(Agenda sosial) itu dulu yang paling utama. Yang harus kita aktualkan. Yang kita mau bicara soal Gubernur darimana kalau rakyat kita belum sejahtera? Jadi kita bicara dulu soal sejahtera, baru kita bicara soal Gubernur. Politik itu urusannya nanti, urusan ketiga-keempat. Sekarang itu yang perlu dipikirkan oleh anak bangsa, khususnya di NTB adalah kesejahteraan masyarakat NTB,” tegasnya.

  KPU Perlu Antisipasi Penggunaan Media Sosial di Pilkada

Sejauh ini, Sunardi Ayub dianggap sebagai satu-satunya kandidat yang paling terbuka dengan pencalonannya. Bahkan, beberapa waktu lalu, figur Bakal Calon Gubernur NTB lainnya, Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede, ST, M.Si berpendapat bahwa, sejauh ini baru Sunardi seorang yang sudah mendeklarasikan secara terbuka hajatnya untuk tampil di Pilkada 2018.

Terkait ini, Sunardi mengakui bahwa berbagai manuver yang sudah dilakukannya tidak diambil secara serampangan. Termasuk manuver untuk sejak dini mengumumkan minatnya terjun di Pilkada 2018. Langkah ini sudah ia hitung dengan cermat.

“Tentu sudah melalui hasil survai. Ada tim survai, ada konsultan politik. Semua itu sudah dilakukan, tapi kan tidak perlu dipublikasi oleh saya kan. Tapi untuk menyatakan itu, ada konsultan survai, politik, itu sudah jalan semua. Tapi itu tugas-tugas tim,” ujarnya.

Menurutnya, antara tugas yang berdimensi politik, dengan yang memiliki dimensi sosial itu keterikatannya cukup kuat. Dirinya sendiri saat ini tidak akan terlalu banyak membicarakan teknis proses pencalonannya.

Ia menegaskan, Sunardi Institute akan memerankan lembaga yang bisa menghidupkan suasana sejahtera untuk rakyat NTB. Cara kerjanya antara lain dengan mensinergikan mitra-mitra yang dimiliki Sunardi saat masih menjadi anggota DPR RI dan tinggal di Jakarta.

“Nanti ada tim khusus yang berkaitan dengan itu yang melakukan survai, yang sudah berjalan. Tapi saya sudah melarang untuk mengekspose hasilnya. Tapi bahwa mereka sudah melakukan survai, sudah. Karena kita juga sudah punya konsultan,” pungkasnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here