Sumiatun Minta Polisi Bongkar Penipuan Berkedok Proyek

Giri Menang (Suara NTB) – Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar), Hj. Sumiatun mendukung langkah Polres Lobar mengusut kasus penipuan yang membelit pejabat BPBD Lobar. Pihaknya mendorong agar aparat membongkar keterlibatan oknum lain dalam praktik penipuan berkedok proyek yang diduga ada di Lobar.

“Kami dukung penuh langkah kepolisian mengusut oknum pejabat pelaku penipuan.  Ini harus dibongkar,” tegasnya, Kamis, 27 Oktober 2016.

Iklan

Politisi asal Sekotong ini mendukung pihak kepolisian mengusut kasus penipuan melibatkan pejabat BPBD inisial AA. Ditegaskan, siapapun yang terlibat entah itu jajaran eksekutif maupun legislatif harus diproses sesuai ketentuan tanpa pandang bulu.

Menurutnya, terjadinya kasus ini tentunya perlu menjadi bahan evaluasi jajaran Pemda ke depan. Hal ini jelasnya, bentuk pengawasan yang lemah di SKPD terkait secara berjenjang. Sebab bagaimanapun jika diawasi, maka jajaran tidak akan berani melakukan tindakan tersebut. Pengawasan internal di Pemda mesti diperkuat, baik melalui Inspektorat dan BKD. Pengawasan ini penting, bukan saja mencegah tindakan menyimpang, namun untuk meningkatkan kedisiplinan aparatur.

Ia menegaskan, bagi oknum yang melakukan pelanggaran apalagi kasus pidana mesti dijatuhkan sanksi berat sesuai ketentuan. Sebab jika tidak diberikan sanksi tegas, maka oknum aparatur di jajaran pemda akan leluasa bahkan merasa enak melakukan tindakan dan praktik menyimpang ini. Terkait dugaan permainan fee proyek, menurutnya memang perlu diawasi ketat. Sebab bagaimanapun hal ini juga tindakan tidak sesuai aturan atau menyimpang. “Perlu pengawasan ketat agar bawahan jangan sampai melakukan ini,” tegas Ketua DPD II Golkar Lobar ini.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo menegaskan, penyidik telah memeriksa Kepala BPBD, HM. Najib dan Sekretaris BPBD Lobar, Najamudin, Rabu, 26 Oktober 2016 lalu. Kedua pejabat tinggi BPBD ini diperiksa  untuk menelusuri sejauh mana keterlibatannya dalam duagaan kasus penipuan dan penggelapan yang membelit oknum pejabat BPBD inisial AA yang kini ditahan polres. (her)