Daerah Irigasi Semangi Direhab Rp7,6 Miliar

Med Manjarungi (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB)– Daerah Irigasi (DI) Semangi wilayah Desa Ongko, Kecamatan Empang, Sumbawa, yang mengalami sedimentasi segera ditangani. Jaringan irigasi setempat akan direhab tahun 2020 ini dengan anggaran Rp7,6 miliar.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hidrologi (BPSDAH) Wilayah Sungai Pulau Sumbawa Dinas PUPR Provinsi NTB, Med Manjarungi, S.T., M.T. mengakui, penanganan Daerah Irigasi (DI) Semangi menjadi kewenangan pihaknya. Sejak dulu DI semangi sudah didata dan termasuk prioritas pertama yang harus ditangani segera. Mengingat Indek Kinerja Saluran Irigasi (IKSI) paling rendah nilainya.

Tahun 2020 ini, akan dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi dengan anggaran Rp7,6 miliar. ‘’Memang kita sebagai aparat pemerintah yang punya kewenangan terhadap DI Semangi ini, ada upaya dan usaha untuk memperbaiki. Kebetulan kita berhasil mendapatkan alokasi dana untuk rehabilitasi jaringan irigasi dari DAK Bidang Irigasi Kementerian PU Rp7,6 miliar. Rehabilitasi dilakukan tahun ini,’’ sebutnya.

Sekarang ini, kata Med, pihaknya sedang dalam tahap persiapan dokumen yang rencananya akan dimasukkan ke ULP Provinsi NTB awal Maret mendatang. Jika proses tender nantinya berjalan dengan lancar, maka awal atau akhir April sudah dimulai pekerjaan fisik. Nantinya selain saluran irigasi, bendungnya juga akan direhab.

Pihaknya juga akan mendata titik-titik yang menjadi penyebab terjadinya sedimentasi. Dari pendataan ini, nantinya akan ditentukan apakah dibuatkan sejenis Cek Dam, kantong lumpur, ataupun tanggul bendung akan dibuatkan lebih tinggi. ‘’Itu nanti sedang kita rencanakan. Insya Allah akhir April sudah mulai fisiknya,’’ terangnya.

Sementara PPK, Eko Rusdianto menambahkan, pekan depan pihaknya berencana melakukan survei ulang ke lokasi yang dilanjutkan dengan pengukuran dan penggambaran untuk mendapatkan nilai RAB. Nantinya proses lelang akan dilakukan di ULP Provinsi NTB. Sesuai dengan jadwal, dokumen lelang akan dimasukkan awal Maret mendatang.

Jika proses yang direncanakan berjalan lancar, maka awal April sudah dilakukan tandatangan kontrak. “Pengerjaan fisiknya kita rencanakan selama 6 bulan. Prediksi kita pengerjaan berakhir kemungkinan November. Kami berharap prosesnya berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan,” tandasnya. (ind)