Diduga Pesta Miras, Sejumlah Pelajar Diamankan Pol PP

Seorang pelajar tampak pingsan saat diamankan oleh Satpol PP Kabupaten Sumbawa, Selasa (10/12). (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sejumlah pelajar di Kabupaten Sumbawa diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa, 10 Desember 2019. Para pelajar tersebut diduga melakukan pesta minuman keras (miras) di sebuah kamar kos wilayah Panto Daeng, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa.

Selain pelajar laki-laki, juga ikut diamankan pelajar perempuan yang kebetulan saat itu berada di lokasi. Berikut dua botol miras jenis arak juga diamankan. Satu botol diantaranya sudah habis diminum. Setelah diamankan ke Kantor Pol PP, mereka kemudian diinterogasi. Saat interogasi, salah seorang perempuan tiba-tiba pingsan. Diduga yang bersangkutan terkejut, karena aroma mulutnya juga tercium bau miras.

Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos, M.Si membenarkan hal tersebut. Mereka diamankan menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Di mana dari 15 orang yang diamankan, sembilan diantaranya pelajar wanita, empat pelajar laki-laki dan dua orang pemuda pengangguran.

“Ya mereka diduga pesta miras. Karena di lokasi juga diamankan dua botol miras, satu botol sudah habis (diminum). Di kantor, aroma yang keluar dari mulut beberapa pelajar ini bau minuman,” ujarnya kepada  wartawan.

Diungkapkannya, dari belasan orang tersebut terdapat beberapa pelajar yang diketahui menenggak miras. Namun pelajar yang lainnya ikut diamankan karena mereka berada di lokasi yang sama. Sehingga harus dimintai keterangan. “Mereka bersamaan di lokasi,” terangnya.

Menurut H. Sahabuddin, selain belasan pelajar tersebut, sebelumnya juga diamankan empat pelajar lainnya. Dua orang diantaranya siswa, dan dua lainnya siswi. Mereka diamankan di sebuah kamar kos wilayah Dusun Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes. Mereka diamankan karena berdasarkan informasi masyarakat kerap membuat keributan.

“Kami juga mengamankan empat pelajar lain. Karena informasi masyarakat, mereka sering kumpul-kumpul dalam satu kamar kos dan membuat keributan. Sehingga hal itu meresahkan warga setempat,” pungkasnya. (ind)