Progres 57 Persen, Dermaga Medang Sumbawa Berpotensi Tidak Tuntas Tahun 2019

Material di atas Kapal Tongkang yang belum bisa mendekat ke dermaga. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Proyek Pembangunan Dermaga Bugis Medang, Pulau Medang Kecamatan Labuhan Badas, berpotensi tidak tuntas di tahun 2019 ini. Pasalnya hingga awal Desember ini progresnya masih berada di kisaran 57 persen. Apalagi pengerjaan juga masih terkendala, karena kapal tongkang pembawa material belum bisa mendekat ke pinggir pantai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, Drs. Abdul Aziz, M.Si menyebutkan, dari evaluasi yang dilakukan progres pembangunan Dermaga Medang sekarang ini masih 57 persen. Saat ini sudah dilakukan perpanjangan kontrak dengan pemberian denda. Karena kontraknya sudah berakhir pada 6 Desember lalu. Dalam masa perpanjangan ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah pekerjaan bisa diselesaikan dalam tahun ini.

“Kalau masalah selesai pekerjaan (tahun ini red), saya belum bisa menjawab.  Karena kontraknya sudah tanggal 6 selesai. Sekarang sudah dalam proses perpanjangan kontrak. Kalau di aturan bisa sampai 50 hari. Tetapi tidak tahu bagaimana estimasi PPK-nya. Karena saya belum ketemu dengan PPK,” ujarnya.

Diungkapkannya, saat ini masih tersisa pekerjaan sekitar 43 persen. Jika dilihat dari progres tersebut, dikhawatirkan pekerjaan tidak bisa dituntaskan dalam tahun ini. Karena pihaknya masih terkendala  dengan material. “Dari progres, masih tersisa sekitar 43 persen. Dikhawatirkan tidak bisa tuntas tahun ini, karena ada kendala material,” terangnya.

Sementara ini, pekerjaan masih terkendala, karena material belum bisa diangkut ke lokasi. Meskipun kapal tongkang pengangkut material sudah tiba di Medang, namun belum bisa mendekat ke dermaga. Kapal tongkang tersebut terlalu besar dan tidak memungkinkan menuju pinggir pantai dengan kondisi air laut yang surut. “Balok precast, material untuk causeway seperti batu, pasir dan semen masih berada di atas tongkang. Tongkangnya sudah ada di Bugis Medang, jaraknya masih 100 meter dari dermaga. Tapi material belum bisa diangkut ke lokasi. Tongkang tidak bisa mendekat karena air sedang surut,” jelasnya.

Solusinya, kata Aziz, sekarang sudah dikirim satu kapal tongkang kecil untuk mengangkut material. Kapal tongkang tersebut sedang dalam perjalanan dan diharapan secepatnya tiba. “Sekarang sudah dikirim satu tongkang kecil untuk mengangkut material. Sedang dalam perjalanan sekarang, kita berdoa cepat nyampai ke lokasi,” tukasnya.

Adapun dalam masa perpanjangan ini, lanjutnya, pelaksana dan pengawas akan mengejar pekerjaan utama dermaga dapat tuntas. Sehingga kalaupun tidak bisa tuntas 100 persen hingga akhir tahun, yang tersisa hanya pekerjaan minor untuk diselesaikan tahun depan. “Sampai akhir tahun, kalau misalnya sesuai dengan schedule, dia mau bekerja siang malam, menambah tenaga kerja, bisa 90 persen. Artinya tinggal yang minor-minor saja tahun berikutnya. Tapi pekerjaan utamanya diusahakan selesai sampai akhir Desember,” pungkasnya. (ind)