Rusaknya Jalan Hambat Ekonomi Pulau Bungin

Kondisi jalan rusak menuju Pulau Bungin. Kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Namun, belum mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota DPRD Sumbawa dari Dapil wilayah barat, M. Tahir, menyoroti kerusakan ruas jalan menuju ke Pulau Bungin, yang dkenal sebagai Pulau terpadat di dunia. Bahkan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi cukup lama. Namun belum mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah.

“Akses jalan ke Pulau Bungin sekitar 4 kilometer dari jalan nasional sekitar ibu kota kecamatan Alas. Namun baru dua kilometer yang diperbaiki sejak dibangun 2002 silam. Sementara dua kilometer lagi dalam keadaan rusak. Terabaikan,”cetus Tahir, kepada Suara NTB, Senin, 2 Desember 2019.

Politisi Gerindra ini, berharap adanya perhatian serius dari Pemkab Sumbawa. Mengingat jalan tersebut merupakan satu satunya akses darat menuju Pulau Bungin. Mobilitas ekonmi masyarakat Pulau menjadi terhambat dengan kondisi jalan yang rusak parah. Nelayan Bungin juga kesulitan mengangkut hasil lautnya. “Kita tahu Bungin kaya akan hasil lautnya. Apalagi Bungin juga sudah ditetapkan sabagai desaa wisata bahari. Harusnya jalan ke sana (Bungin) menjadi perioritas pemerintah. Kita berharap di APBD Pperubahan 2020, jalan tersebut bisa diperbaiki,”pungkas M. Tahir yang didampingi Staf Ahli Fraksi Gerindra, Yudi Manyurang S.IP.

Sebelumnya, pada upacara peringatan Hari Bhakti ke-74 PU, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril B.Sc, juga telah mengatakan momentum peringatan tersebut dapat menjadi evaluasi khususnya bagi Dinas PUPR dan PRKP Kabupaten Sumbawa. Dalam memfasilitasi pemenuhan kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat. Baik transportasi, perumahan, pengairan, bahkan seluruh aspek dari berbagai infrastruktur dasar.

Bupati juga mengajak, untuk menanamkan tekad dan membulatkan semangat. Agarke depan, seiring dengan semakin beratnya tantangan di berbagai sektor pembangunan, dapat memberikan karya terbaik. Sesuai profesi, tugas dan fungsi masing-masing. (arn)