Didominasi Tenaga Guru, Pendaftar CPNS di Sumbawa Capai 8.233 Orang

Budi Sastrawan (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Sumbawa resmi ditutup Selasa, 26 November 2019 sekitar pukul 23.11 Wita. Hingga pendaftaran berakhir, tercatat sebanyak 8.233 orang yang resmi mendaftar. Dari formasi yang ada, yang paling diminati pelamar yakni tenaga guru.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pengadaan dan Kesejahteraan Aparatur, Budi Sastrawan, S.IP, M.Si, membenarkan hal tersebut. Dipaparkannya, jumlah pelamar yang mengisi formulir sebanyak 8.326 orang. Sedangkan yang sudah submit atau mengakhiri pendaftarannya sebanyak 8.233 pelamar. Rinciannya, tenaga guru 4.070, tenaga kesehatan 1.964, dan tenaga teknis 2.199 orang.  “Yang paling banyak pelamar yakni tenaga guru,” ujarnya, Rabu, 27 November 2019.

Dijelaskannya, formasi CPNS Kabupaten Sumbawa yang disetujui pemerintah pusat sebanyak 432 formasi. Rinciannya tenaga guru 212 formasi, tenaga kesehatan 96 formasi, dan tenaga teknis 34 formasi. Dimana formasi ini semuanya terdapat pelamar. Yang paling sedikit peminat yakni psikolog klinik ahli pertama dan yang paling banyak peminat yakni guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Jadi Semua formasi yang disetujui pusat, ada pelamarnya. Yang paling sedikit pelamar di tenaga kesehatan, yakni psikolog klinik ahli pertama 1 pelamar. Yang paling banyak itu di guru IPA 741 pelamar,” terangnya.

Sementara ini, kata Budi, pihaknya belum bisa menggambarkan  jumlah pendaftar yang memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (PMS). Karena proses verifikasi dan validasi belum selesai. Meskipun demikian,  diperkirakan sekitar 90 persen pelamar yang memenuhi syarat.

Hal ini karena pola pendaftaran CPNS tahun  ini tidak lagi menyertakan bukti berkas fisik seperti tahun sebelumnya.  Misalnya jika pelamar sudah mengakhiri pendaftaran dan mengirim data ke sistem, maka tidak bisa lagi melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan. Begitupula di tenaga kesehatan yang mewajibkan STR. Terdapat kejadian yang mengunggah STR yang sudah kedaluwarsa.

“Terkait yang memenuhi syarat atau tidak nanti digambarkan. Karena masih belum selesai proses verifikasi. Kan ada dua tahapan, dia diverifikasi dulu setelah itu baru divalidasi kembali. Cuma perkiraan kami, estimasinya sekitar 90 persen yang memenuhi syarat,” tukasnya.

Adapun batas terakhir pengumuman seleksi administrasi yang ditetapkan BKN paling telat pada 11 Desember mendatang. Nantinya setelah pengumuman, memasuki masa sanggah selama 10 hari. Tiga hari kesempatan bagi pelamar untuk melakukan sanggahan, dan tujuh hari panitia menjawab sanggahan.

“Insya Allah tanggal 10 kita melakukan pengumuman seleksi Administrasi. Setelah itu masuk tahapan masa sanggah selama 10 hari, 3 hari menyanggah dan 7 hari menjawab sanggahan. Sanggahan ini bukan karena kesalahan pelamar. Yang disanggah adalah kesalahan verifikator. Kalau kesalahan pelamar, tidak bisa menyanggah karena sudah kita berikan peringatan dalam pengumuman sebelumnya,” tandasnya. (ind)