Bupati dan Pelindo Tandatangani MoU, Pelabuhan Teluk Santong Segera Terwujud

Bupati Sumbawa, H.Husni Djibril dan Direktur Pelindo III, Doso Agung memperlihatkan dokumen MoU yang telah ditandatangani terkait kerjasama pembangunan Pelabuhan Teluk Santong . (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Direktur PT. Pelindo III Surabaya, Doso Agung, Rabu, 20 November 2019 di Jakarta.

MoU itu, terkait kerjasama pembangunan Pelabuhan Teluk Santong di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Dengan telah ditandatanganinya MoU tersebut, maka rencana pembangunan pelabuhan akan mulai terealisasi pada 2020 mendatang.

Penandatanganan MoU, merupakan tindak lanjut dari hasil survei dan analisa data yang telah dilakukan PT. Pelindo III bersama Pemkab Sumbawa. Untuk mendapatkan data lengkap di lokasi rencana pembangunan pelabuhan. Dari hasil survei dan analisa data dinyatakan, pembangunan Pelabuhan Teluk Santong layak dilakukan.

Bupati yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, L. Suharmaji S.T, M.T,  serta Kabag Humas dan Protokol, Tajuddin S.H, optimis pembangunan Pelabuhan Teluk Santong dapat dilakukan pada tahun 2020. Pelabuhan tersebut, akan memiliki kapasitas yang lebih besar dari Pelabuhan Badas. Dan nantinya akan mampu melayani masyarakat di wilayah timur Kabupaten Sumbawa, termasuk masyarakat Kabupaten Bima dan Dompu.

Disebutkan pula, pembangunan Pelabuhan Teluk Santong juga untuk mendukung industrialisasi dan mempermudah ekspor barang serta menggeliatkan perekonomian masyarakat. Sebab akan ada banyak tenaga kerja lokal yang dapat diserap. Selain itu, masyarakat sekitar pelabuhan juga akan mendapat penghasilan tambahan dengan adanya aktivitas ekspor di Pelabuhan Teluk Santong.

Baca juga:  Proyek Monumen Mataram Metro Dievaluasi

Sebagai informasi, kata Bupati, tahun 2020 mendatang akan dimulai tahap pekerjaan persiapan. Kemudian akan dilakukan groundbreaking dengan estimasi waktu pekerjaan sekitar 3- 4 tahun. Ke depannya, dengan doa dan dukungan masyarakat, pihaknya akan terus berikhtiar dan berusaha mempersiapkan infrastruktur pendukung.

‘’Insya Allah dengan doa dan dukungan para sahabat semua, kita akan terus melanjutkan ikhtiar dan usaha untuk mempersiapkan infrastruktur pendukung. Sehingga nantinya Pelabuhan Teluk Santong dapat membuat geliat ekonomi semakin meningkat, investor semakin yakin untuk berinvestasi, jalur keluar masuknya barang semakin efektif dan efisien,’’harapnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Sumbawa agar mempersiapkan diri menyambut geliat ekonomi ini. Terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar pelabuhan nantinya. ‘’Ayo semuanya masyarakat kita hendaknya mempersiapkan diri untuk menyambut geliat ekonomi,’’ ajak Bupati.

Baca juga:  Kontraktor Kena Denda, Pengerjaan Proyek Irigasi Rp2.5 Miliar Molor

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sumbawa, L. Suharmaji, ST., MT, menambahkan, Pemkab Sumbawa saat ini tengah berupaya mempercepat proses tukar menukar kawasan, mempercepat penyusunan dokumen Amdal dan mempercepat pembangunan akses jalan menuju titik lokasi pembangunan pelabuhan.

Disebutkan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan beberapa dokumen, diantaranya Feasibility Study (FS) yang sudah dilakukan pada tahun 2014. Kemudian juga sedang berlangsung proses mengalih-fungsikan lahan sekitar 300 hektare yang masuk dalam kawasan. Selain itu, akses jalan juga sudah didesain pada tahun 2017 sepanjang 4,5 kilometer dari jalan negara masuk ke akses rencana pelabuhan.

Semua dokumen yang saat ini diperlukan, sebagiannya sudah selesai dan sebagian masih dalam proses. Pihaknya akan berupaya menyiapkan semua dokumen yang diperlukan dalam tahun ini, sehingga pelabuhan yang diharapkan bisa terwujud. (arn/*)