Dua Warga Sumbawa Meninggal di Tambang Liar Teluk Santong

Lokasi tambang liar yang memakan korban di Tanah Merah Desa Teluk Santong, Kabupaten Sumbawa. (Suara NTB/Ist)

Advertisement

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ahmad Abbas (45) warga Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang dan Mansyur (28) warga Desa Bunga, Kecamatan Empang harus meregang nyawa. Kedua korban yang hendak mencari emas di Tanah Merah Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, kabupaten Sumbawa diduga terkena aliran listrik genset.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Faisal Afrihadi, SH membenarkan kejadian tersebut.  Dipaparkannya, sebelumnya kedua korban berada di lokasi bersama Agustian (anak korban Ahmad Abbas) Minggu,  27 Oktober 2019  sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat itu, Agustian menghidupkan mesin genset dan meninggalkan TKP untuk kembali ke rumahnya. Sedangkan kedua korban tetap berada di TKP dan menyampaikan kepada saksi bahwa akan masuk ke dalam lubang mencari batu emas.

Pada Senin,  28 Oktober 2019  sekitar pukul 08.00 Wita, Agustian dan ibunya mendatangi TKP. Namun, kedua korban tidak terlihat di sekitar lokasi. Setelah dicek, kedua korban didapati sudah tidak bernyawa di dalam genangan air dalam lubang batu emas.

Kejadian ini langsung dilaporkan saksi ke Kantor Desa Teluk Santong yang selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Menerima laporan tersebut, anggota polsek Plampang yang dipimpin Waka Polsek, IPDA Nakmin bersama tim medis dari Puskesmas Plampang menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah TKP. Saat itu juga langsung dilakukan Visum et Revertum (VER) di sekitar TKP.

Dari hasil visum, tim medis Puskesmas Plampang menginformasikan bahwa kedua korban sudah meninggal sekitar 20 jam. Ditemukan pada mayat korban, Ahmad Abbas bekas terkena strum aliran listrik pada perutnya dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua mayat korban. Sehingga diduga kedua korban meninggal karena terkena strum aliran listrik dari mesin genset yang dipakai mengaliri aliran listrik ke mesin penyedot air dari dalam lubang.

“Kedua mayat tersebut ditemukan di dalam sebuah lubang galian batu emas dengan ukuran tinggi lubang sekitar 11 meter dan lebar 50 cm x 50 cm,” jelas Faisal.

Berdasarkan keterangan beberapa warga setempat, terangnya, lubang tersebut adalah lubang yang sudah lama ditinggal. Namun karena tidak ada aktivitas, kedua korban mencoba mencari batu emas di lubang tersebut.

Dari keterangan Agustian, kedua korban masuk ke dalam lubang membawa mesin penyedot air yang menggunakan aliran listrik. Adapun sebelumnya warga setempat sudah diimbau untuk tidak melakukan penambangan di sekitar lokasi.

Dari kejadian ini, perwakilan keluarga kedua korban sudah menerima dengan ikhlas kepergian korban. Saat ini kedua korban juga sudah dimakamkan. Pihaknya mengimbau masyarakat setempat agar tidak lagi melakukan hal serupa. (ind)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.