Atasi Kekeringan, DPRD dan Pemkab Harus Cari Solusi Bersama

A. Rafiq (Suara NTB/ist)

Advertisement

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq segera memanggil OPD teknis terkait untuk menyikapi persoalan kekeringan di Sumbawa. Untuk menggagas langkah, formulasi dan strategi bersama mengatasi kekeringan.

“Eksekutif dan legislatif harus bertemu untuk mencari solusi terbaik. Dalam waktu dekat kami lembaga akan memanggil pihak terkait untuk menyikapi persoalan tersebut. Kalau kita berbicara aggaran, jika eksekutif bertemu legislatif, maka Insya Allah itu akan selesai. Kami DPR tidak pernah membatasi atau mempersempit ruang pengajuan anggaran dari eksekutif,” terangnya, Kamis, 24 Oktober 2019.

Pemerintah sangat peka menyikapi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Buktinya, hampir setiap hari distribusi air bersih ke lokasi kekeringan. Artinya pemerintah sangat tanggap. Hampir semua daerah menghadapi persoalan kekeringan ini. “Justru saya memberikan apresiasi kepada pemerintah lewat OPD teknisnya yang mendistribusikan air ke wilayah terdampak kekeringan. Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang tetap turun langsung ke titik-titik kekeringan,” terangnya.

Terkait persoalan daerah pertanian, Rafiq juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk memetakan titik kekeringan yang paling parah. Sehingga menjadi acuan kerja ke depan. Misalnya di Tarano kondisinya, seperti apa dan langkah seperti apa yang mesti diambil. “Saya kira teman-teman OPD lebih paham. Artinya teman-teman OPD saya minta bekerja dengan database yang komprehensif,” tegasnya.

Menurut Rafiq, kekeringan di Sumbawa hampir terjadi setiap tahun. Sehingga Pemkab harus memiliki desain induk mengatasi kekeringan ini untuk jangka panjang.

Diketahui, Pemkab Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Hanya saja anggaran yang dialokasikan melalui APBD sudah habis. Sehingga pendistribusian sempat dihentikan sementara. Belum lama ini, Pemkab telah mendapatkan bantuan dari provinsi Rp120 juta. Dimana ada sekitar 145 tangki air yang bisa didistribusikan, dengan kapasitas per tangki 5.000 liter. Saat ini, pihak BPBD sedang mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak dengan membagi tiga zona. Namun anggaran tersebut akan segera habis, sedangkan masyarakat di sejumlah desa di 17 kecamatan masih sangat membutuhkan air bersih. Terlebih musim kemarau saat ini masih berlangsung. (arn/ind)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.