Parpol Gagas Koalisi Besar Jelang Pilkada Sumbawa

Suasana pertemuan pimpinan Parpol di Kebun Ketua DPC Hanura Sumbawa, Rabu,  9 Oktober 2019 malam. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pimpinan sejumlah Parpol di Sumbawa kini tengah menggagas sebuah koalisi besar untuk memunculkan satu paket pasangan. Yang nantinya akan bertarung di Pilkada Sumbawa. Dalam pertemuan pimpinan enam parpol, PPP, Hanura, Gerindra, Golkar, PAN dan Nasdem, Rabu,  9 Oktober 2019  malam.

Politisi PPP, Nurdin Ranggabarani SH, MH, menjelaskan fenomena saat ini yang ditandai munculnya sejumlah bakal calon independen tanpa Parpol.  Harusnya, setiap kandidat yang ingin bertarung memiliki kendaraan politik. Untuk itulah, sebagai “pemilik kendaraan”, para pimpinan parpol perlunya menggagas wacana melahirkan sebuah koalisi besar yang disebutnya sebagai poros perubahan.

“Ruang parpol seakan ditinggalkan dan dianggap tidak menarik bagi para kandidat karena solah olah parpol ini mahal. Padahal kita ingin berbuat untuk perubahan daerah ini ke arah yang lebih maju. Kita akan mendorong siapa saja yang penting punya komitmen untuk Sumbawa lebih baik,” terangnya.

Menurut Nurdin, keenam Parpol ini memiliki 22 kursi di DPRD. Belum lagi kalau ada tambahan dari PKS, PKB, PKPI dan Partai Berkarya, maka semuanya ada sekitar 30 kursi DPRD yang tersedia. Kalau semuanya bersatu, memunculkan hanya satu pasangan calon, maka sangat mungkin bisa memenangkan pertarungan di Pilkada

2020 ini.

“Kalau bersepakat, dengan seluruh kadernya, Parpo koalisi bergerak di masing Dapil, maka koalisi inilah yang akan memenangkan Pilkada. Kita menghindari ego parpol masing masing. Kita dukung siapa saja, asal hajatnya untuk Sumbawa lebih baik. Bersepakat membangun koalisi membuat komitmen dan kriteria. Kita berharap lima tahun ke depan, Sumbawa akan jauh lebih baik,” tukasnya.

Ketua DPC Hanura Sumbawa, Drs. H. Jamaluddin Malik, menyatakan, pertemuan ini penting untuk melahirkan komitmen bersama. Mengingat kondisi Sumbawa saat ini menurutnya butuh perubahan dan masih bisa berlari lebih cepat. Sambil mengkritik sejumah kebijakan pemerintah daerah saat ini. Seperti soal pembangunan sejumlah infrastruktur dan lainnya. Sehingga penting wacana koalisi ini digagas dan ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya.

“Siapa yang daftar (sebagai calon) nanti kita seleksi dan lihat bersama. Sehingga nanti mau dari partai atau luar partai, akan muncul pasangan calon yang bisa menjadi Bupati sekaligus pemimpin,” cetus mantan Bupati Sumbawa ini.

Ketua DPC Nasdem Sumbawa, H. Asaat Abdullah, Ketua DPC Gerindra, H. Irwan Rahadi, Ketua DPC PAN Sumbawa, Burhanuddin J. Salam, Sekjen DPD Golkar Sumbawa, Berlian Rayes juga memiliki pandangan serupa dan pentingnya berkomitmen dalam satu kaolisi besar di Pilkada Sumbawa. (arn)